http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

6 Bulan Guru Honor di Minut Belum Terima Gaji, Kadis Pendidikan Turut Senasib

Olfy Kalengkongan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara.

Olfy Kalengkongan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara.

 

MINUT, MediManado.com – Tidak hanya apes yang dirasakan ratusan guru honorer di Kabupaten Minahasa Utara, namun lebih memiriskan lagi. Pasalnya, selain belum menerima upah kerja selama 6 bulan, mereka(guru honorer) juga tidak bisa mendapatkan informasi pasti kapan akan terima gaji. Sehingga, perayaan hari besar Natal dan menyambut tahun baru 2021 seakan ditunda.

Kepala dinas pendidikan Minut Olfy Kalengkongan mengakui kalau sampai saat ini sudah melakukan koordinasi dengan badan keuangan namun buntu.
Menurut Kadis Olfy, dia juga tidak mau memberikan pernyataan lebih karena takut salah sebab sampai saat ini tidak ada pernyataan dari keuangan. “Untuk gaji guru honor langsung saja ke Keuangan. Karena itu, bukan sumber dari dana DAK melainkan dana DAU. kalau menurut prediksi saya itu akan dibayarkan bersamaan dengan dana Siltap di tahun depan (2021). Kita takut jangan ada pernyataan yang salah, sebaiknya langsung saja tanyakan ke Badan Keuangan,” ujarnya.

Dia pun beralasan jika mengalami keterlambatan karena banyak kepengurusan yang terhambat di bagian keuangan. Diakuinya jika para guru honor dinaungi oleh Dinas Pendidikan. Sehingga pihaknya sudah melakukan upaya ke Badan Keuangan agar dapat direalisasikan gaji mereka (para guru honorer) setidaknya baru beberapa bulan. “Saya juga sudah berupaya dan berusaha karena kami sayang dengan guru-guru honor ini. Sebenarnya saya juga mau memberikan pernyataan, tapi sudah tidak enak sekali dan saya merasakan senasib dengan para guru honorer ini,” tuturnya kepada awak media belum lama ini.

Dijelaskan Kelengkongan, bahwa jumlah guru honor yang tertata dalam DPA dinas pendidikan sebanyak 350. Pada tahun 2020 ini, baru terbayarkan 1 semester atau baru sampai bulan Juni. “Kami sering melakukan permintaan namun SPJ ketika sampai di keuangan, kami sudah tidak tahu lagi. Karena situasi keuangan Pemkab saat ini sepert apa,” katanya.

Untuk DAK fisik ditambahkan, tergantung sekolah bawa laporan. Pihak Diknas sudah meminta semua laporan tersebut, namun belum semua yang terealisasi karena sampai dengan tanggal 23 Desember lalu tidak sempat karena memang pihaknya sampai kewalahan. “Namun itu ketika sudah dimasukan laporannya langsung dicairkan ke rekening sekolah dari Bank, karena itu tidak melalui dinas. Tinggal keuangan yang pindah buku dan nanti di antara baru bisa diambil dananya,” tutup Kadis.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Pemkab Minut Petrus Macarau hingga saat ini tidak bisa diakses atau terhubung melalui sambungan telpon dan pesan Whatsapp. (Sweidy Pongoh/*)

About Sweidy Pongoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*