http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

Buka Konas XIII FK PKB PGI 2019, Presiden Jokowi Sebut Betapa Bernilainya Kasih Sayang dalam Keluarga

FB_IMG_1567769527381-768x512

 

JAWA TENGAH, MediaManado.com – Presiden RI Joko Widodo mengatakan, kunci pokok sebuah negara dan bangsa yang damai terletak pada nilai kasih sayang. Dan kasih sayang hanya dapat ditanam dan tumbuh berkembang dalam sebuah keluarga sebagai komunitas kecil dalam masyarakat. Untuk itu, keluarga menjadi sangat penting dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka acara Konsultasi Nasional (Konas)  XIII Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK PKB PGI) tahun 2019 di The Sunan Hotel Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (06/09/2019).

 Apalagi menurut Presiden Jokowi Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk saat ini sekitar 269 juta jiwa, yang tersebar di 17.000 pulau.

“Indonesia adalah negara yang besar. Nilai kasih sayang adalah kunci perdamaian bangsa ini,” ucap Jokowi seraya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kedamaian dan kerukunan di Indonesia.

Didampingi Ketua FK PKB PGI Olly Dondokambey SE, Presiden RI Joko Widodo membuka secara resmi Jonas XIII FK PKB PGI Tahun 2019 ditandai dengan pemukulan Gong, Jumat (06/09/2019)

Didampingi Ketua FK PKB PGI Olly Dondokambey SE, Presiden RI Joko Widodo membuka secara resmi Jonas XIII FK PKB PGI Tahun 2019 ditandai dengan pemukulan Gong, Jumat (06/09/2019)

 

Untuk itu, kata Presiden Jokowi, kedamaian bangsa ini harus dijaga mulai dari kehidupan berkeluarga, karena dalam keluarga ditanamkanlah nilai kasih sayang itu.

“Semua itu, berawal dari keluarga dan peran bapak-bapak menjadi salah satu kunci untuk menjadi pendamai di tengah-tengah keluarga,” tandas Jokowi.

Dengan membangun keluarga yang penuh kasih sayang dan bertoleransi dengan sesama, justru telah ikut merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Membangun kasih sayang yang dimulai dari sebuah keluarga itu, sangat penting dilakukan. Peran seorang bapak, kepala keluarga, menentukan sekali dalam membimbing keluarga kita, karena disitulah forum terkecil, dari forum besar negara, dimulainya kebaikan-kebaikan,” terang Presiden Jokowi.

Selain itu, tambah Jokowi, membangun keluarga yang penuh kasih sayang dan bertoleransi dengan sesama menjadi kunci utama dalam menjaga etika dan tata krama dalam masyarakat luas.

OLLY DONDOKAMBEY SE, Ketua FK PKB PGI yang juga Gubernur Sulawesi Utara saat membawakan sambutan pada acara Pembukaan Konas XIII FK PKB PGI

OLLY DONDOKAMBEY SE, Ketua FK PKB PGI yang juga Gubernur Sulawesi Utara saat membawakan sambutan pada acara Pembukaan Konas XIII FK PKB PGI

 

Bahkan, kondisi itulah yang ikut membentengi pola interaksi global yang kini terus berubah seiring dengan kemajuan teknologi informasi dewasa ini.

Interaksi yang semakin mudah dan disertai dengan arus informasi yang masuk secara deras, memungkinkan nilai-nilai negatif untuk masuk memengaruhi, bila tidak disertai dengan pengawasan dan pengendalian diri yang baik.

Ujaran kekerasan atau bahkan kebencian yang kini mudah ditemui dalam percakapan di media sosial misalnya, menjadi satu contoh dari fenomena pola interaksi yang berubah tersebut. Di sini lah peran keluarga dan kepala keluarga memegang peranan penting.

“Kalau hal ini kita sadari, kita akan berhati-hati dalam bertutur kata, dalam menginformasikan sesuatu yang masih kita ragukan, menjaga etika, dan menjaga tata krama. Inilah saya kira pola interaksi yang harus kita bangun sebaik-baiknya sejak mulai dari keluarga,” kata Presiden.

FB_IMG_1567766206590

 

Untuk itu, semua pihak dapat membedakan mana kritik dan mana hujatan. Kritik memang diperlukan untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi. Akan tetapi kata Jokowi, menekankan kritik itu juga harus berdasar.

“Hindari isu negatif yang selalu bersembunyi di belakang kritik, harus tahulah membedakan mana kritik dan mana hujatan, dengan begitu pasti Indonesia aman dan hebat,” tandas Presiden Jokowi.

Semua perbedaan yang ada tersebut hendaknya disikapi dengan bijak agar justru menjadi kekuatan besar bagi bangsa Indonesia. Pemahaman terhadap hal tersebut menurutnya dapat mulai dibentuk dari tingkat keluarga.

“Keluarga yang penuh kasih sayang menjadi sebuah kunci. Terbiasa dengan toleransi, terbiasa dengan membantu saudara-saudara dan tetangga-tetangganya, serta terbiasa dengan saling memaafkan. Bukan saling mengejek dan menghina,” ucap Jokowi.

FB_IMG_1567765776191-768x888

 

Maka, Presiden Jokowi meyakini bahwa kebiasaan saling memaki maupun menghina tersebut, bukanlah budaya asli Indonesia. Sebaliknya, bangsa Indonesia adalah bangsa dengan budaya yang penuh toleransi dan kebersamaan.

“Kita tahu semuanya, budaya Indonesia bukan seperti itu. Budaya Indonesia adalah budaya yang penuh kebersamaan, budaya yang penuh toleransi, budaya yang penuh kegotongroyongan,” tegas Presiden.

Diketahui, kegiatan Konsultasi Nasional FK PKB PGI yang diketuai Olly Dondokambey SE yang juga merupakan Gubernur Sulawesi Utara tersebut digelar dengan mengangkat subtema “Bapa (Kepala Keluarga) yang Berperan Aktif Menjaga Keutuhan NKRI dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”. (Ferry/*)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*