http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
20190510_222758

Cheris Kantongi Suara Terbanyak, Risbudi : Masih Mengalir Tetesan Darah Leluhur Mongondow pada Dirinya

20190510_222725

 

BOLMONG, MediaManado.com – Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD –RI) No urut 21 Cheris Hariette BA, Mba, sapaan akrabnya Teis, benar – benar mendapat simpati masyarakat Totabuan Raya yang luar biasa dalam Pemilu 2019.

Bagaimana tidak, perolehan suara sementara yang berhasil diperoleh tim MediaManado.com, nona cantik Cheris, warga Bolmong asli, mampu kantonggi 180.224 suara pemilih, Daerah Pemilihan Sulawesi Utara.

Bahkan, sukses menempati pada posisi teratas perolehan suara dari sejumlah peserta calon DPD RI Sulawesi Utara lainnya.

Di sisi lain, Cheris salah satu orang Mongondow pertama kali berhasil menduduki perolehan suara teratas di Sulawesi Utara. Ini adalah sejarah, mengapa? Sejak pemilihan DPD RI mulai pada tahun 2004 silam, kader Bolmong belum ada yang sukses meraih suara di peringkat teratas.

Untuk itu amat pantas jika warga mendoakan nona Cheris tetap terjaga kesehatannya sehingga mampu menjalankan tugas selaku anggota utusan Sulawesi Utara ke parlemen Indonesia Dewan Perwakilan Dearah (DPD) periode 2019 – 2024.

“Kami senang, kalau kau menang, kami senang kalaupun kami akan dikenang “ kalimat itulah doa masyarakat Sulut untuk nona Cheris warga Mongondow, sehingga kalaupun ada oknum tidak senang, dengan peraihan suara tertinggi nona, hal itu amatlah keliru. Suara diperoleh benar adalah suara diberikan rakyat tanpa ada unsur unsur  cheris paksaan.

”Ingat, Cheris putri Mongondow yang rama kepada siapapun sehingga pantaslah nona cantik Mongondow ini dipilih rakyat Sulut khususnya di Bumi Totabuan tercinta. Mototompian, Mototabian bo mototanoban (bakubaku bae, baku baku sayang, deng baku baku inga) dan torang samua basudara”.

Di tempat terpisah, seorang pollitisi kawakan Bolmong Mohammad Risbudi Damopolii mengatakan bahwa nona Cheris adalah representasi warga Totabuan raya.

“Bui in mogoguyang, artinya masih mengalir tetesan darah leluhur Mongondow pada dirinya, untuk itulah kita sebagai warga yang baik, mari kita bergandengan tangan hilangkan rasa irih dan dengki, mari kita bersatu membangun daerah yang maju dan bermatabat,” kata Risbudi. (Erwin)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*