http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

Di Sulut, Cap Tikus Dijadikan Hand Sanitizer dan Disinfektan Basmi Wabah Virus Corona

IMG-20191011-WA0016-768x764

 

MANADO, MediaManado.com – Guna mengantisipasi penyebaran wabah Virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara siap menyulap minuman tradisional Cap Tikus menjadi bahan untuk Hand Sanitizer dan disinfektan.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw di Manado, Rabu (18/03/2020) sore.

Untuk itu, sebanyak 30 galon minuman tradisional Cap Tikus dengan kadar alkohol lebih 50 persen asal daerah Tareran Kabupaten Minahasa Selatan telah dibeli Satgas Covid-19 untuk diolah menjadi bahan Hand Sanitizer dan Disinfektan.

“Ini perintah langsung Pak Gubernur Olly Dondokambey SE. Sekarang Cap Tikus, telah berada di Dinas Kesehatan Provinsi Sulut untuk diolah malam ini, menjadi Hand Sanitizer, dan rencananya akan didistribusikan ke masyarakat pada besok hari (Kamis-red),” tandas Wagub Kandouw.

Wagub Kandouw menambahkan, Pemprov Sulut berupaya menanggulangi Covid-19 dengan mengoptimalkan kearifan lokal.

Galon berisi Minuman Tradisional Minahasa "Cap Tikus " siap diolah untuk dijadikan hand Sanitizer dan Disinfektan lawan wabah Virus Corona

Galon berisi Minuman Tradisional Minahasa “Cap Tikus ” siap diolah untuk dijadikan hand Sanitizer dan Disinfektan lawan wabah Virus Corona

“Hand Sanitizer (pembersih tangan) yang langka di pasaran, ternyata boleh disiapkan dengan bahan-bahan lokal seperti Cap Tikus, dengan catatan harus kadar alkoholnya lebih dari 50 persen,” terang Wagub Kandouw.

Selain untuk Hand Sanitizer, bahan Cap Tikus ini dapat pula dipakai untuk penyemprotan disinfektan untuk membersihkan benda-benda yang sering kontak langsung dengan manusia.

“Ini dapat diikuti oleh Kabupaten dan Kota lain sebagai solusi kelangkaan cairan disinfektan,” tandas Wagub Kandouw.

Diketahui, Cap Tikus adalah minuman tradisional berasal dari pohon aren. Salah satu sumber pendapatan masyarakat, khususnya petani yang memberdayakan hasil asli Minahasa itu untuk bisa dikonsumsi sesuai kadar aturan yang berlaku.

Kini, dalam mengantisipasi penyebaran wabah Virus Corona, Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven OE Kandouw (ODSK) merangkul UMKM lokal yang memproduksi minuman tradisional ini. (Ferry/*)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*