http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg

Gaet Balai Arkeologi, Disbud Sulut Jadikan Situs dan Cagar Budaya Lokal Mendunia

Patricia Mawitjere, Plt Kadis Kebudayaan Daerah Sulut

Patricia Mawitjere, Plt Kadis Kebudayaan Daerah Sulut

 

MANADO, MediaManado.com – Plt Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Provinsi Sulut Patricia Mawitjere terus memantapkan kinerja instansinya mewujudnyatakan UU No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Sejak dipercayakan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven OE Kandouw (ODSK) menahkodai Disbud Sulut, Patricia Mawitjere terus memacu program kerja Disbud Sulut, diantaranya menggenjot Kabupaten dan Kota se-Sulut untuk memiliki dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) dengan melibatkan mitra kerja Komisi IV DPRD Sulut, para seniman dan pegiat budaya.

Selain itu, Patricia Mawitjere juga berkolaborasi dengan Balai Arkeologi Sulut guna menggali, meneliti dan mengangkat situs dan cagar budaya lokal sebagai warisan budaya dari peradaban kuno para leluhur di daerah agar dikenal dunia.

IMG_20210304_034440

 

“Tindaklanjut dari turun lapangan kami melihat langsung situs peninggalan peradaban kuno leluhur kita dan peninggalan sejarah bertujuan untuk persiapan penelitian penetapan situs dan cagar budaya tersebut bisa dikenal dunia. Ini juga menjadi bagian dari unggulan Wisata Budaya Sulut sebagaiĀ  potensi mengembangkan ekonomi daerah guna menunjang program pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur kita,” ungkap Plt Kadisbud Sulut, Rabu (03/03/2021).

Untuk itu, tambah Patricia Mawitjere, pihaknya turut bekerjasama dan bersinergi dengan Balai Arkeologi Sulut untuk melakukan penelitian terhadap benda peninggalan sejarah yang akan ditetapkan sebagai situs dan cagar budaya.

“Selain itu, hal ini sangat penting guna mengedukasi dan membangkitkan kesadaran masyarakat bahwa kebudayaan sebagai warisan budaya dari peradaban kuno leluhur kita, bernilai tinggi,” kata Mawitjere.

FB_IMG_1614801262745

Ia pun mencontohkan kolaborasi antara Balai Arkeologi, Disbud Sulut dan Disparbud Kabupaten Minahasa yang mengangkat Danau Tondano, bukan hanya dari sisi pariwisata alamnya saja. Namun diangkat pula objek situs kebudayaan melalui ‘Konsep Rumah Peradaban Danau Tondano’ guna mengintegrasikan baik Wisata Alam maupun Wisata Budaya.

“Hanya karena kita masih berada dalam masa pandemi, maka ada keterbatasannya. Namun kita akan angkat melalui Virtual Tour Situs Arkeologi dan bentuk Film Animasi Arkeologi. Ini akan dikemas semenarik mungkin, agar masyarakat bisa teredukasi mengenal kebudayaan daeranya, kebudayaan Sulawesi Utara,” terangnya.

Ia pun berharap, kegiatan observasi lapangan terhadap situs-situs dan benda cagar budaya pada beberapa waktu lalu, makin memantapkan persiapan untuk melakukan penelitian bekerjasama dengan para pakar dan tim ahli dari Balai Arkeologi.

FB_IMG_1614801247479

“Diharapkan hasil penelitian nanti dapat menjadi bahan rekomendasi sekaligus materi edukasi kepada stakeholder kebudayaan dan masyarakat luas,” tandas Mawitjere seraya menambahkan bahwa hal itu disampaikan saat membawakan materi pada kegiatan Sosialisasi Hasil Penelitian Arkeologi Tahun 2020 yang diselenggarakan Balai Arkeologi Sulut di Hotel Quality Manado, Rabu (03/03/2021).

Ia menilai input dari mengangkat kekayaan budaya menjadi daya tarik unggulan Wisata Budaya Sulut, yang pada akhirnya turut memberi output berupa kontribusi pada pengembangan ekonomi daerah mengingat kebudayaan bersifat universal serta dapat mencakup semua lini dan sektor pembangunan.

“Semoga melalui kebudayaan, implementasi Program OD-SK menjadi bagian tak terpisahkan dari semangat yang melibatkan semua pemangku kepentingan, menggerakkan semua elemen warga Sulawesi Utara dalam dinamika dan sinergitas yang berkelanjutan, sehingga Kebudayaan Sulawesi Utara tetap lestari, berkembang, semakin dikenal dan dicintai,” tutup Mawitjere. (Ferry)

 

 

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*