http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

Gelar Bimtek di Manado, Dinsos-PMD Minut Bakal Hamburkan Miliaran Dana Desa

Suasan kegiatan Bimtek Siskeudes yang digelar oleh Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Minut Februari 2021.

Suasan kegiatan Bimtek Siskeudes yang digelar oleh Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Minut Februari 2021.

MINUT, Mediamanado – Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) oleh Dinas Sosial dan Pemerintahan Masyarakat Desa (Disos-PMD) Kabupaten Minahasa Utara di Kota Manado sepertinya jadi ajang pemborosan anggaran pos alokasi dana desa.

Pasalnya, selain menyerap anggaran di 125, juga pelaksanaan kegiatan dilaksanakan bukan di Kabupaten Minut melainkan di kota manado.
Buktinya, pada gelombang pertama, kegiatan Bimtek berlangsung di Hotel Grand  Wizh kota manado sejak 17-19 Februari 2021, terinformasi melibatkan 27 sampai 30 Desa yang sudah siap secara administrasi dan siap menyerap anggaran dari desa.

Bomtek

Tampak Kadinsos PMD Alpret Pasunglaa saat memberikan materi dalam kegiatan Bimtek di Grand Whiz Hotel Manado, Kamis 18 Februari 2021.

Adapun, Bimtek tentang sistem pengelolaan keuangan desa berbasis aplikasi, pembagian aplikasi Siskeudes rilis 2.0.3 (two point zero Point’ trhee) database MS. Access TA. 2021 dan penginputan data RAPBDes tahun anggaran 2021 ke aplikasi Siskeudes, berlangsung di Hotel Grand Whiz MTC Manado pada Rabu 17 sampai tanggal 19 Februari 2021.

Menurut sumber, bahwa setiap Desa wajib menyetorkan uang sejumlah Rp 8,500.000,-. Biaya tersebut diperuntukan untuk membiayai kegiatan Bimtek yang digelar di Hotel Grand Whiz Kawasan Megamas.

“Peserta Bimtek diantaranya Kepala Desa, Sekdes dan Kaur keuangan menginap selama 3 hari sejak Rabu hingga Sabtu. Anggaran yang disetorkan itu, tentu dibebankan melalui alokasi dana desa,” ujar sumber yang meminta namanya tidak dipublish.

Menurut salah satu Hukum Tua yang tidak ingin namanya disebutkan, bahwa kegiatan ini menjadi ladang untuk menguras anggaran alokasi dana desa. Sebab, hitungannya setiap desa dipungut Rp 8,500.000 jika dikalikan sebanyak 125 desa maka nilainya mencapai miliaran.

“Untuk gelombang pertama sudah dilaksanakan. Namun, desa saya belum akan diikutsertakan karena akan menunggu kebijakan dari Bupati dan Wabup baru. Mengingat ini semacam jadi ladang mencari keuntungan. Sebab, nilai yang ditentukan sangat besar,” ujar hukum tua di kecamatan Kema seraya menyebut jika kegiatan bimtek ini terjadi setiap tahunnya yang menyerap anggaran desa.

Hukum tua lainnya yang ada di kecamatan Wori, mengaku bahwa, belum bersedia mengikuti arahan Dinsos-PMD. Mengingat, kebijakan pelaksanaan sebaiknya menunggu arahan dan keputusan dari pemerintahan JG-KWL.

“Kami ingin ikut jika sudah ada lemerintahan yang baru. Sebab, pak Joune Ganda dan Kevin Wiliam Lotulung punya arah kebijakan pembangunan yang dapat selaras dengan pemerintah di desa. Jangan sampai ini hanya ajang pemborosan anggaran hanya karena menginap di hotel berbintang,” tukas Opo sapaan akrab para hukum tua di Minut.

Sekdes di Kecamatan Kema yang berhasil dihubungi Mediamanado, menyebut jika desa mereka sudah siap mengikuti Bimtek tersebut.

“Sesuai jadwal dan agenda, kami masuk dalam kategori gelombang pertama. Kami menginap di hotel satu kamar 2 peserta, namun ada yang membawa bersama dengan keluarga. Untuk materi dan Narasumber sudah disiapkan oleh Dinas, kami hanya tinggal mengikuti. Narasumber hanya dari BPKP lainnya dari Pemkab, Polres dan Kejaksaan,” ujarnya Sabtu (20/02/21) kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemerintahan Masyarakat Desa Alpret Pasunglaa tidak ingin memberikan jawaban pasti. Baik saat dihubungi via telpon seluler, jika nanti saja. Demikian melalui pesan WhatsApp meski sudah terbaca (centang dua warna biru) tak kunjung dibalas terkait alasan pelaksanaan di Kota Manado dan bukan di Kabupaten Minut.

“Nanti saja yah. Jaringan kurang bagus,” elak kadis singkat saat terhubung via telpon.

Sebagaimana diketahui, di Kabupaten Minahasa Utara terdapat 125 desa. Jika dihitung nominal anggaran yang terserap dari 125 desa dikalikan Rp 8,500.000 biaya kegiatan Bimtek, maka mencapai total Rp 1,062.500.000. (**)

Penulis: Sweidy Pongoh

About Sweidy Pongoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*