http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg

Hadapi Serbuan Tenaga Kerja Luar, Wagub Kandouw Sebut Buruh di Sulut Harus Miliki Etos Kerja dan Profesionalitas yang Tinggi

DRS STEVEN OE KANDOUW, Wakil Gubernur Sulawesi Utara

DRS STEVEN OE KANDOUW, Wakil Gubernur Sulawesi Utara

 

MANADO, MediaManado.com – Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Utara sebesar Rp 3.051.076 per bulan menempatkan Sulut ketiga nasional setelah UMP Provinsi DKI Jakarta dan Papua. Tentunya, hal ini menjadi daya tarik dan sasaran para pencari kerja (Pencaker).

Menghadapi serbuan para Pencaker dari luar Sulut, maka para pekerja dan buruh di Sulut harus menyiapkan dan mengasah kualitas, kemampuan dan skil.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven OE Kandouw menyerukan sekaligus mengajak seluruh komponen pekerja dan buruh di Sulut untuk memiliki etos kerja dan profesionalitas yang tinggi agar bisa bersaing dengan para Pencaker pun tenaga kerja dan buruh yang datang mengadu nasib di daerah ini.

“UMP Sulut menjadi terbesar ke 3 secara Nasional, tentunya akan mengundang para pencari kerja dari daerah lain, berlomba dan mencari nafkah di Sulut. Bisa dibayangkan ada kurang lebih 79 juta tenaga kerja akan berlomba-lomba, kalau tidak ke Jakarta, ke Papua, mereka akan ke Manado Sulawesi Utara karena UMP-nya tinggi. Maka, kita yang ada di daerah harus siap. Paling tidak, kita memiliki etos kerja dan profesionalitas yang tinggi, agar tidak kalah dengan pekerja dari luar,” ungkap Wagub Kandouw di hadapan ribuan buruh yang memadati Ruang Mapalus Kantor Gubernur dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, May Day 2019, Rabu (01/05/2019) siang.

Resize_2019-05-01_17-37-18-929

Wagub Kandouw juga meminta agar para pekerja dan buruh yang kini masih sedang beraktivitas di berbagai sektor usaha, untuk benar-benar bertanggung jawab dan menjalankan kewajiban perusahaan atau pelaku usaha.

“Teman-teman pekerja dan buruh, jangan hanya bicara hak saja, tapi etos kerja dan profesionalitas justru tidak dilaksanakan dengan benar,” ucap Wagub Kandouw.

Selain itu, Wagub Kandouw menilai selang 4 tahun terakhir ini, atmosfer, gaya, style, para pekerja dan buruh di Sulut begitu kondusif.

“Mudah-mudahan kondisi ini akan kita pertahankan terus, karena kita menyadari bahwa untuk suatu daerah yang paling utama dan paling mahal itu adalah stabilitas. Percuma kita mendapatkan kesejahteraan yang tinggi tapi akhirnya daerah kita tidak aman, tidak damai dan tidak stabil. Akan tetapi Provinsi Sulawesi Utara hingga saat ini paling harmonis di Indonesia. Kondisi ini juga merupakan peran serta dan kontribusi dari teman-teman kaum buruh,” terang Wagub Kandouw.

Diketahui, Peringatan Hari Buruh Internasional di Provinsi Sulawesi Utara yang dikenal dengan sebutan “May Day” mengusung slogan “May Day, Together We Grow berlangsung penuh kekeluargaan.

Resize_2019-05-01_17-36-44-697

Para pekerja dan buruh di daerah ini, tidak turun berorasi di jalanan, akan tetapi memaknai Hari Buruh Internasional ini dengan berbagai kegiatan di antaranya, pemeriksaan kesehatan secara gratis, melakukan donor darah bekerjasama dengan PMI Sulut, lomba berorasi dan menyebutkan yel yel keren, penarikan Doorprize, dan ada banyak kegiatan yang dilakukan para buruh di Sulut di hari ini.

Kegiatan ini diprakarsai organisasi pekerja dan buruh yang tergabung dalam KSPSI, SBSI, KSBSI dan pelaku usaha dengan difasilitasi Pemprov Sulut melalui jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Provinsi Sulawesi Utara yang dinahkodai Ir. Erny Tumundo MSi.

Hadir pada kegiatan ini para pejabat Eselon II Pemprov Sulut, Kadin, Pelaku usaha, dan para buruh yang tergabung dalam organisasi dan federasi buruh dan pekerja di Sulut. (Ferry)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*