http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

Ini 6 Poin Hasil Rapat Pemkab Minahasa, Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Soal Lahan di Makawembeng

20200618_165151_640x474

 

MINAHASA, MediaManado.com– Pemerintah Kabupaten Minahasa, Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Minahasa menggelar rapat terkait konflik antar warga di lahan Makawembeng yang digelar di Mapolres Minahasa, Kamis (18/06/2020).

Rapat ini merupakan tindaklanjut rapat sebelumnya yang digelar Forkopimda pada Senin (15/06/2020) lalu.

Pemkab Minahasa diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Minahasa Dr Denny Mangala MSi dan dihadiri Kapolres Minahasa, Dandim Minahasa, Camat, Hukum Tua dan Lurah serta perwakilan tokoh masyarakat dari 4 Desa dan Kelurahan terkait.

Dalam pembukaan rapat iniĀ Bupati Minahasa Dr. IR. Royke O. Roring, MSi melalui Denny Mangala menyampaikan bahwa masalah tanah di seputaran Makawembeng sangat serius menjadi perhatian Pemkab Minahasa.

20200618_165116_640x374

Pemkab Minahasa, kata Mangala sudah beberapa kali melakukan pertemuan mencari solusi atas masalah tersebut, bahkan terakhir pada hari Kamis pekan lalu sudan ada kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh semua pihak.

Akan tetapi, pada Minggu (14/06/2020) terjadi kesalahpahaman antar warga yang memakan korban jiwa. Sehingga Pemkab Minahasa kembaliĀ harus turun tangan, menggelar rapat Forkopimda saat ini.

Dalam rapat antara Pemkab Minahasa, Forkopimda dan Tokoh Masyarakat diperoleh 6 poin Hasil Rapat, yaitu;

Pertama, Pemkab dan TNI, Polri akan segera membentuk Tim bersama pemangku kepentingan serta perwakilan tokoh masyarakat untuk mencari solusi penyelesaian masalah tanah tersebut, dimana target waktu penyelesaian selama 45 hari dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.

Kedua, Selama masa penyelesaian tanah oleh Tim terpadu tersebut, lokasi perkebunan seputaran Makawembeng, Rombe dan yang terkait dengan masalah ditetapkan Status Quo dan tidak diijinkan siapapun untuk melakukan kegiatan di lokasi tersebut.

Ketiga, Untuk mengawasi agar tidak ada aktifitas di lokasi tersebut, maka akan dibentuk Tim Pengawasan di bawah Koordinasi Kodim dan Polres Minahasa.

Keempat, Jika ada aparat baik TNI maupun Polri yang terlibat dalam permasalahan tanah tersebut akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Kelima, Semua pihak akan menahan diri dan akan mensosialisasikan kesepakatan ini kepada masyarakat.

Keenam, Permasalahan yang terjadi hari Minggu adalah murni tindakan kriminal dan para pelaku akan diproses hukum serta tidak ada kaitan dengan masalah agama.

20200618_165130_640x377

Selesai rapat para perwakilan tokoh masyarakat dari Desa dan Kelurahan terkait berbaur dalam silaturahmi yang sejuk dan bahkan saling memahami kondisi yang terjadi.

Bupati ROR melalui Mangala berharap, suasana aman dan damai dalam balutan Torang Samua Basudara, Torang Samua Ciptaan Tuhan dengan kearifan lokal yaitu ‘Maleos leosan, Ma linga lingaan wo masawang sawangan’ betul-betul teraktualisasi dalam kehidupan sosial masyarakat. (Terry)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*