http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

Jurnalis Dituntut Profesional di Tengah Pandemi Covid-19

Walikota Drs Max J Lomban saat membawakan sambutan, Jumat (26/06/2020)

Walikota Drs Max J Lomban saat membawakan sambutan, Jumat (26/06/2020)

 

BITUNG, MediaManado.com – Pemkot Bitung bekerjasama dengan organisasi wartawan menggelar Diskusi Panel dengan tema “Pers sebagai Pilar Keempat Demokrasi di Tengah Pandemi Covid – 19, Persiapan Penerapan Tatanan Baru, Harapan dan Tantangan”.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula BPU Kantor Walikota Bitung, Jumat (26/06/2020) menghadirkan pembicara dari unsur pers dan pengamat politik seperti Voucke Lontaan (Ketua PWI Sulut), Amanda Komaling (Ketua IJTI Sulut), Yinthze Iynvia Gunde (Ketua AJI Sulut) dan Taufik Tumbelaka (Pengamat Pemerintahan dan Politik Sulut) dengan dipandu Suzan Palilingan dari Kompas TV.

Hadir dalam acara ini, Walikota Bitung Drs Max J Lomban, Sekda Kota Bitung Dr Audy Pangemanan MSi, Asisten I, Asisten II, Asisten III, Kadis Kesehatan, Kadis Sosial, Kaban BPBD, Kabid Layanan Informasi Kominfo Bitung, Herman Manua (salah satu owner media online di Sulut) dan insan pers di Kota Bitung.

Insan pers pun dituntut untuk selalu bersikap profesional dalam pemberitaan dan mengupas data yang akurat di tengah pandemi Covid-19.

Walikota Lomban dalam sambutannya berharap agar insan pers tetap bertanggungjawab dalam menjakankan profesinya dalam tugas.

“Saya juga punya keinginan untuk pers yang betul-betul bertanggungjawab, profesional, berintergritas dan bermoral di tengah Covid-19 seperti ini. Mudah-mudahan lewat narasumber boleh dapat masukan-masukan dan intinya kita diskusikan, sehingga pers dapat membangun bersama-sama dengan yang lainnya,” kata Walikota Lomban.

Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut Taufik Tumbelaka dalam paparannya menyampaikan bahwa situasi pandemi Covid-19 ini menimbulkan tantangan besar yang baru bagi kalangan pers.

Dia beralasan, pers berada pada posisi strategis, sehingga dituntut untuk memberikan sumbangsih yang besar, agar pandemi Covid-19 dan dampak sosial – ekonomi yang terjadi dapat sesegara mungkin teratasi.

20200627_234002_640x336

“Pertanyaannya sekarang, sejauh dan sebesar apa kalangan pers, akan mengambil peran sumbangsinya ? Tapi nanti waktu yang akan menjawab,” ujar Tumbelaka.

Ketua PWI Sulut Voucke  Lontaan mengatakan dalam menjalankan tugas dan fungsinya, pers harus bersikap profesional.

“Jadi jangan mentang-mentang wartawan, tapi mendapat informasi belum jelas, apalagi di masa pandemi seperti begini, justru bersikap  hanya sepihak.  Padahal, bisa saja datanya masih kurang akurat. Oleh karena itu, insan pers diwajibkan mencari informasi yang jelas dan beritanya harus berimbang. Karena tupoksi wartawan adalah sebagai fungsi kontrol,” tandas Lontaan.

Sementara Ketua AJI Sulut Yinthze Iynvia Gunde menuturkan bahwa jurnalis juga bukan saja meliput orang sakit atau yang positif Covid- 19.

“Tapi jangan lupa juga, kita harus mengawal anggaran Covid-19. Presiden Jokowi saja secara tegas meminta peran KPK, Jaksa, Polisi dan dunia pers untuk mengawasi anggaran tersebut, agar tidak dikorupsi. Jadi pemerintah daerah juga jangan tersinggung dan marah karena itu merupakan peran dari pers dalam menjalankan tugas jurnalistiknya,” terang Gunde.

Amanda Komaling selaku Ketua IJTI Sulut menyinggung tugas wartawan di tengah pandemi seperti saat ini.

“Pers itu harus memberikan edukasi dan literasi. Jadi kita juga di lapangan saling memberikan simbiolisme mutualisme saat bertugas,”ucapnya.

Diskusi ini berakhir dengan gagasan – gagasan peran pers di tengah – tengah pandemi Covid-19.

Diketahui, kegiatan diskusi ini tetap menerapkan protap protokol kesehatan Covid-19 (gunakan masker, periksa suhu badan, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun, gunakan hand sanitizer, ruangan steril dan peralatan yang digunakan bebas virus Corona) dan diskusi ini menjadi kegiatan pertama di fase New Normal di Sulut, bahkan menjadi percontohan bentuk kegiatan sejenis lainnya bila dilakukan kedepan.

Standard pelaksanaan diskusi sebagaimana SOP, yaitu:
1. Ruangan dan kursi disemprot,
2. Lay out penyusunan tempat meja/kursi berjarak,
3 Mic dibungkus (dan bungkus selalu diganti pada setiap orang),
4. Narsum dan peserta cuci tangan / hand sanitizer,
5. Periksa suhu badan.
6. Mendapat masker baru bagi yang masuk ruangan. (hd).

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*