http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg

Kemenkes Minta 10% Puskesmas Tanpa Dokter di Sulut, Harus Diisi

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr Bambang Wibowo Sp.OG(K), MARS

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr Bambang Wibowo Sp.OG(K), MARS

MANADO, MediaManado.com – Guna memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Kementerian Kesehatan RI meminta agar 10% Puskesmas yang tidak memiliki dokter dari 195 Puskesmas yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, agar segera diisi.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr Bambang Wibowo Sp.OG(K), MARS di sela-sela HUT ke-25 RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Senin (10/02/2020).

Selain mengisi Puskesmas di Sulut yang belum memiliki tenaga dokter, dr Bambang juga meminta agar pelayanan medis yang diberikan kepada masyarakat benar-benar berkualitas sebagaimana standar pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.

“Masih ada 10 persen Puskesmas yang belum memiliki tenaga dokter dari sejumlah Puskesmas di Sulut ini. Pemerintah daerah, mestinya memikirkan untuk mengisi tenaga dokter di Puskesmas yang belum memiliki dokter. Hal ini tentunya terkait dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulut, termasuk bagaimana pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, juga benar-benar berkualitas,” kata dr Bambang.

Dia pun menyentil, adanya Fakultas Kedokteran di Sulut, namun belum bisa menghasilkan tenaga dokter untuk Puskesmas yang belum memiliki dokter.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut dr Debie KR Kalalo MSc PH memang mengakui belum semua Puskesma di Sulut memiliki tenaga dokter.

“Benar, masih kurang 10% Puskesmas yang belum memiliki tenaga dokter di Provinsi Sulut. Dan tentunya, kami akan usahakan mengisinya,” tandas dr Kalalo.

Menurut Kadis Kesehatan Sulut ini, sejumlah Puskesmas yang belum memiliki tenaga dokter, terdapat di wilayah kepulauan.

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen Sp.B-KBD,

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen Sp.B-KBD,

Selain itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr Bambang juga meminta agar RSUP Prof Dr RD Kandou Manado meminimalisir peristiwa kematian yang terjadi di rumah sakit.

Dijelaskan, angka kematian yang terjadi di hampir seluruh rumah sakit di Indonesia mencapai 77%, baik yang dialami ibu hamil saat melahirkan maupun kondisi usia pasien tersebut.

“Secara sosial, kejadian ini dinilai bahwa tandanya, rumah sakit tidak mampu. Untuk itu, patut disadari dan dievaluasi sejauh mana program kesehatan itu terlaksana dan tindakan medis yang diambil terhadap pasien,” tandas dr Bambang.

Diapun berharap, kejadian kematian pasien di rumah sakit, khususnya di Rumah Sakit di Sulut, dapat diminimalisir.

Menurut Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen Sp.B-KBD, pihaknya akan terus memberi perhatian pada peningkatan pelayanan kesehatan di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.

Apalagi, tambah dr Jimmy Panelewen, semangat persaudaraan dan solidnya tim work para dokter, tenaga medis dan tenaga pendukung lainnya di RSUP yang kini dipimpinnya, menjadi modal besar bagi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, bahkan bagi RSUP Prof Kandou sebagai sarana medis, yang kini menjadi RS Pusat Rujukan Nasional di kawasan timur Indonesia.

“RSUP Prof Dr RD Kandou Manado memang merupakan RS yang terakreditasi baik secara nasional maupun internasional. Kita meraih berbagai penghargaan. Akan tetapi, saya juga mengajak teman-teman dokter dan tenaga medis serta tenaga lainnya, agar tidak terjebak dalam euforia ini. Kita harus hadapi berbagai tantangan pelayanan medis, khususnya tanggungjawab kita pada kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, ” ungkap dr Jimmy Panelewen.

Gubernur Olly Dondokambey SE yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Pemprov Sulut Drs Edison Humiang MSi, berharap RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sebagai RS Rujukan bertaraf nasional. (Ferry)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*