http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg

Kotambunan Serap Aspirasi Warga Kelurahan Malalayang I Lingkungan 3

IMG-20210407-WA0055

 

MANADO, MediaManado.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulut (DPRD) tahun 2021 menggelar reses masa sidang I, untuk secara langsung menjaring aspirasi masyarakat.

Seperti halnya yang dilakukan Anggota DPRD Sulut yang duduk di Komisi I Bidang Pemerintahan dan HAM, Arthur Kotambunan BSc yang melaksanakan reses di Kompleks SD GMIM 23 Malalayang I Lingkungan 3, Rabu (07/04/2021).

Dalam reses tersebut, AK sapaan akrabnya mengsosialisasikan agar masyarakat jangan takut untuk di vaksin, karena vaksinasi Covid-19 sangatlah penting.

“Jangan takut di vaksin, kita harus vaksin untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini,” himbau Kotambunan di reses.

Dikatakan Kotambunan bahwa Pemerintah Provinsi Sulut melalui Gubernur, Olly Dondokambey telah mengupayakan 500 ribu vaksin Covid-19 di Sulut.

“Jadi kalau ada komunitas atau yang mau di vaksin silahkan ajukan. Ada pala ada lurah atau ke pemkot manado, Vaksin ini dikoordinasi langsung oleh Pemerintah Provinsi,” ujar Kotambunan.

IMG-20210407-WA0056

Pada reses tersebut masyarakat mengemukakan sejumlah aspirasi diantaranya mengenai pendidikan, pariwisata serta pengangkut sampah.

Seperti dikatakan salah satu warga yang juga Kepala Lingkungan III Malalayang 1, Linda Maralending. Kurangnya armada pengangkut sampah yang ada di Kelurahan Malalayang I.

“Soal sampah yang sampai saat ini belum teratasi, sementara di kelurahan ini ada 11 lingkungan dan hanya 3 unit armada pengangkut sampah. Armada itu pun dalam keadaan tidak layak,” ucap Maralending.

Menanggapi aspirasi itu, Kotambunan mengatakan bahwa di Manado ada dua kondisi yang harus diselesaikan.

“Pertama macet dan kedua sampah. informasi yang diterima pengelolaan sampah untuk Manado, Minut, Bitung yang berada di TPA Ilo-ilo Wori segera rampung. Sampah dan armada pengangkut jadi prioritas pertama Walikota Manado terpilih nanti. Saya sudah usulkan satu lingkungan satu armada,” tandas dia.

Pada kesempatan tersebut, selain permasalahan sampah, soal adanya Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Malalayang, nasib THL guru SD yang minimnya nominal gaji yang diterima setiap bulan dan agar di bangun SMA di Kecamatan Malalayang.

Diketahui, reses tersebut patuh pada protokol Covid-19 sesuai himbauan Pemerintah.

(Dian M)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*