http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

Ngau Nilai Program TTP Guru Salah Satu Kandidat Gubernur, Sulit Diwujudkan

Foto/gambar ilustrasi.

Foto/gambar ilustrasi.

 

MANADO MediaManado.com – Para kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut beradu program guna meraih simpati para pemilih.

Jenny Ngau, salah satu Praktisi sekaligus Pemerhati Pendidikan di Minsel menilai program Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) sebesar Rp 1 juta bagi 5.000 guru SMA/SMK di Sulut, sulit diwujudkan.

“Itu program nda jelas. Sedangkan di Minsel nda ada top untuk Guru SD dan SMP. Tenaga honor di sekolah cuma dapat Rp 300-500 ribu/bulan. Tunjangan Sertifikasi Guru (TSG), yang asalnya dari pusat dan dititip di kas Pemkab, sering digeser dulu untuk kebutuhan lain. Banyak kali TSG dibayar terlambat,” ujar Jenny via realese Whatsapp, Kamis (10/09/2020).

Ia pernah menyuarakan agar organisasi buruh melaporkan hal tersebut ke Kejaksaan soal tidak dipenuhinya amanat Pergub tentang UMP oleh Pemkab Minsel.

“Ada ribuan yang bekerja sebagai tenaga honor di seluruh SKPD dan Setda, juga sekolah-sekolah  dengan gaji mulai Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta. Jauh dari UMP. Padahal Pemkab yang bertanggungjawab memastikan semua perusahaan untuk membayar UMP. Faktanya selama 9 tahun menjadi Bupati Minsel, apa yang diberikan bagi para guru,” terang Ngau.

Di Minsel, saat ini ada 225 SD Negeri dan Swasta serta 82 SMP, yang dari realita di lapangan hampir semua sekolah masih menggunakan tenaga honor.

Bahkan ada sekolah SD yang tenaga PNS-nya hanya Kepsek sendiri, artinya tanpa tenaga honor, pendidikan dasar di Minsel mati suri.

Ironisnya, kata dia, para tenaga honor tersebut cuma digaji dengan dana BOS oleh Kepala Sekolah sekitar Rp 300-500 ribu setiap bulan, sedangkan tenaga honor di Setda dan SKPD, masih lebih beruntung, karena gajinya sekitar Rp 1 juta – Rp 1,5 juta per bulan. (***)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*