http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg

Pemdes Picuan Raya All Out Siaga Cegah Penyebaran Wabah Virus Corona

IMG-20200326-WA0125

 

MINSEL, MediaManado.com – Sejak beredar himbauan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui Surat Edaran agar masyarakat harus tinggal di rumah (stay at home, work at home and learning at home) dan menerapkan  Social Distancing, maka Pemerintah Desa Picuan Raya menempatkan Pos Jaga bagi setiap warga yang keluar masuk di wilayah itu.

Penempatan Pos Jaga ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Desa Picuan melalui Hukum Tua Drs Royke Kesek dengan Pemerintah Desa Picuan Satu, Hukum Tua Syultje Merentek.

Kedua pimpinan desa ini sepakat melakukan penjagaan ketat akses keluar masuk warga desa dengan menempatkan Pos yang dijaga aparat Linmas dan aparat desa setempat.

Tindakan ini dilakukan pemerintah desa demi keselamatan warga Desa Picuan Raya. Kedua Hukum Tua ini menempatkan Pos Penjagaan di pintu masuk, baik pintu masuk dari Desa Picuan Satu maupun Desa Picuan.

IKLAN BAWASLU

IKLAN BAWASLU

Hukum Tua Drs Royke Kesek dan Syultje Merentek mengakui penerapan sistem ini menuai pro dan kontra di masyarakat.

Akan tetapi, keduanya berharap masyarakat bisa memahami kebijakan yang diambil pimpinan desa. Sebagian besar masyarakat di dua desa ini pun mendukung langkah bijak kedua hukim tua demi menghindari dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kedua pimpinan desa inipun mengimbau kepada warga yang akan melakukan perjalanan keluar desa agar memberitahukan tujuan perjalanan melalui daftar isian tertulis yang disiapkan pemerintah desa.

IMG-20200326-WA0124

Selain itu, warga diingatkan untuk menjaga jarak dan menggunakan masker. Pemerintah desa tidak melarang warga bepergian, bilamana tujuannya dinilai penting dan mendesak.

“Apalagi warga dari luar desa ini yang akan masuk, diminta untuk menahan diri dulu. Lebih baik tinggal di rumah,” tandas Merentek.

Kalo Sumangkut, anggota Linmas Desa Picuan mengatakan, pihaknya siap menjaga desa 1X24 jam dan tidak membiarkan ada warga luar yang masuk di Desa Picuan tanpa melalui pendataan lewat Pos anti Corona.

“Walaupun alat pendeteksi belum tersedia untuk kami yang menjaga, tapi kami akan tetap mendata riwayat perjalan masyarakat yang masuk, dan siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak kesehatan melalui Puskesmas Motoling Timur. Yang jelas, siapapun yang masuk ataupun keluar, kami akan mendata apalagi masyarakat dari luar daerah dan kota, kami akan periksa,” tegas Karlo. (Sampel)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*