http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

Penambang Rakyat Tolak Keras PT. MSM-TTN Eksplorasi di Tatelu

Petemuan terbatan penambang Rakyat Tatelu dan PT. MSM-TTN di ruang rapat Mapolres Minut, Senin (15/02/21)

Petemuan terbatan penambang Rakyat Tatelu dan PT. MSM-TTN di ruang rapat Mapolres Minut, Senin (15/02/21)

MINUT, Mediamanado – Dugaan ingin menguasai pertambangan rakyat di Desa Tatelu, oleh perusahaan tambang raksasa PT. MSM dan TTN, mendapat penolakan keras.
Hal ini sebagaimana terungkap dalam mediasi yang digelar di ruang rapat Polres Minut dihadiri pihak PT.MSM-TTN dan para perwakilan penambang rakyat, Senin (15/02/21).
Para penambang dalam mediasi tersebut dengan tegas memberikan penolakan terhadap perusahan yang ingin segera melakukan eksplorasi di lokasi tambang rakyat Tatelu.

Pabung Kodim 1310 Bitung Mayor Inf.

Tampak Mediasi yang dilakukan  oleh Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau didampingi Pabung Kodim 1310 Bitung Mayor Inf. Kris Pusung.

Hal itu juga disampaikan Novry Dotulong salah seorang penambang rakyat desa Tatelu. Menurutnya, pihak perusahan tidak boleh melakukan eksplorasi. Mengingat, penambangan yang akan dilakukan pihak perusahan bukan bertambang penggalian secara vertikal dan horizontal di wilayah milik perusahan, melainkan akan melewati areal lahan milik warga.

PETA WIUP PT. MSM-TTN berdasarkan Kontrak Karya disinyalir akan melakukan eksplorasi di wilayah Zona Putih di Desa Tatelu.

Adapun Data PETA WIUP PT. MSM-TTN berdasarkan Kontrak Karya disinyalir akan melakukan eksplorasi di wilayah Zona Putih di Desa Tatelu.

“Kami minta dan berharap jangan ada aktifitas dari perusahan sebelum ada kesepakatan,” tukasnya seraya berharap agar pemerintah melakukan penciutan WIUP tambang PT.MSM-TTN di wilayah pertambangan rakyat Tatelu.

Sebelumnya, eksternal PT.MSM-TTN Bapak Yusak dalam keterangannya tidak mampu memberikan penjelasan pasti kepada para penambang dan pemilik lahan maupun koperasi yang hadir dalam pertemuan tersebut. Bahkan, data peta Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) tidak dapat ditunjukkan.

Hendra Jacob pemilik lahan tambang di desa Tatelu menyayangkan pihak perusahan. Sebab, dalam pertemuan tersebut seakan hanya lebih kepada retorika untuk mensosialisasikan keberadaan perusahan.

“Karena pihak perusahan dalam hal ini pak Yusak tidak bisa mengambil sebuah keputusan, kami pemilik lahan dan penambang rakyat sudah bersepakat untuk tetap menolak keberadaan perusahan beraktifitas di wilayah tambang rakyat Tatelu,” tegasnya.

Ketua Koperasi Tambang Rakyat Tatelu Hendri Walukouw pun angkat bicara. Menurutnya, dalam pertemuan tersebut masih bersifat prematur dan belum bisa diambil sebuah keputusan. Mengingat, masih banyak penambang yang belum diambil aspirasinya.

“Karena yang terundang hadir saat ini hanya sebagian dari penambang dan pemilik lahan, kami berharap agar jangan dulu ada kesepakatan yang dibuat. Dari Koperasi akan mengadakan rapat anggota dulu sehingga banyak aspirasi dari masyarakat penambang yang bisa mewakili aspirasinya.

Kami berterima kasih kepada Kapolres Minut dan TNI yang sudah memfasilitasi pertemuan ini, namun karena belum ada keputusan, agar sebaiknya diagendakan kembali sehingga apa yang kami mintakan kepada perusahan terkait peta data dapat disampaikan dalam pertemuan lanjutan,” katanya.

Kapolres Minut AKBP. Grace Rahakbau pun yang menjadi mediator mengiyakan untuk ada pertemuan kembali antara perusahan PT.MSM-TTN dengan penambang.
“Saya akan mintakan kepada Bupati yang baru agar bisa hadir dalam pertemuan selanjutnya. Jadi sambil kita menunggu Bupati Minut yang baru, saya harap pihak perusahan agar segera mempersiapkan apa yang menjadi permintaan dari penambang rakyat terkait peta tersebut, juga kepada koperasi tambang segera melakukan rapat anggota untuk menyerap apa yang menjadi keinginan dari para penambang,” ujar Kapolres.

Adapun yang hadir dalam pertemuan yang di mediasi oleh Kapolres Minut, diantaranya Pabung Kodim 1310 Bitung Mayor Inf. Kris Pusung, Kasat Intelkam Polres Deky Pangandaheng, ketua Koperas Hendry Walukouw dan para penambang serta pemilik lahan, Kapolsek Dimembe, Camat Dimembe Ansye Dengah, Kumtua Tetelu. Dari pihak eksternal PT. MSM-TTN yaitu Pak Yusak, Donna Keles, Tridka Genam, Farly Waworuntu dan Herry ‘Inyo’ Rumondor. (**)
Penulis: Sweidy Pongoh

About Sweidy Pongoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*