http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

Potret Sekjen Setya Kita Pancasila Saat di Lombok

IMG-20201126-WA0326

 

LOMBOK, MediaManado.com – Sekjen Setya Kita Pancasila, Mba Keke memotret situasi dan kondisi ril saat mengadakan kunjungan kerja terkait pelaksanaan proyeknya di Sirkuit Mandalika dan Bendungan Meninting.

Di sana ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri kondisi pariwisata yang ikut terdampak akibat pandemi Covid-19.

Tentunya, ia sangat prihatin. Apalagi sederet toko-toko yang biasanya menjajakan cinderamata bagi para pelancong domestik maupun luar negeri, hampir nyaris bangkrut semuanya.

IMG-20201126-WA0331

Pada perjalanan itu, Mba Keke pun menyempatkan diri menuju¬†lokasi wisata perkampungan penduduk ‘Dusun Babak Sade Lombok’ ,yang sangat dikenal sampai mancanegara.

Ia pun mencoba menumbuk kopi dan menenun kain. Informasi yang diperoleh dari warga dusun ini bahwa ada sesuatu yang unik di kampung ini. Adatnya, lain dari yang lain. Kampung Dusun Babak Sade ini sudah ada sejak tahun 1089 SM.

Mengapa disebut unik? Ternyata, ini seluruh penduduk keturunan Suku Sasak asli, yang hingga kini berjumlah 700 orang dari 150 KK, mempunyai adat istiadat yang unik bagi tiap laki-laki yang ingin menikahi seorang gadis. Laki-laki bisa membawa lari gadis itu malam-malam lewat sebuah lorong. Sesudahnya, keluarga yang membawa lari gadis itu, melakukan negosiasi dan musyawarah untuk dilaksanakan ijab kabul.

IMG-20201126-WA0339

“Dari sini saya mengetahui bahwa musyawarah sudah menjadi gaya hidup orang Indonesia sejak lama, dan Indonesia kita ini, benar-benar indah dan menawan, kaya akan budaya dan kaya akan alam, kaya akan sopan santun dan kaya akan keragaman,” ungkap Mba Keke.

“Selain itu, saya melihat proyek-proyek yang dibangun, dari Sirkuit sampai Bendungan. Kebetulan saya juga ada beberapa item pekerjaan yang saya kerjakan di Bendungan dan Sirkuit Mandalika. Saya apresiasi sekali pemerintah, karena ini semua harus dikerjakan, supaya investor semua masuk dan ikut menanam modal.¬† Bagaimana kalau airnya tidak ada dan jalan tidak ada, bagaimana pertanian bisa maju kalau air tidak ada, dan jalan tidak ada, bagaimana investor bisa masuk kalau tidak ada tempat hiburan berkelas dunia,” sergahnya.

Untuk itu dia mengajak agar semua masyarakat secara bersama-sama menjaga budaya dan menjaga kualitas budaya itu, agar tetap utuh.

“Kita juga harus menjaga alam. Jangan dikotori, karena kita juga sumber mutiara. Karena kalau air laut kotor, mutiara juga tidak akan bisa berkembang biak, begitu juga ikan,” ajaknya. (**/ferry)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*