http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Presiden RI Joko Widodo
Presiden RI Joko Widodo

Program JOKOWI Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Sulut, Sekaligus Buka Peluang Investasi Baru

Presiden RI Joko Widodo

Presiden RI Joko Widodo

 

MANADO, MediaManado.com – Fase terakhir periode Kepemimpinan Presiden Joko Widodo – Wapres M Jusuf Kalla selama empat tahun lebih, harus diakui telah menyumbangkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara, yang hingga kini dinahkodai Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Drs Steven OE Kandouw (ODSK).

Program Nasional yang sangat kental dengan kebutuhan masyarakat tidak bisa dipandang sebelah mata, semisal Nawacita, sebuah program yang sangat peduli dengan wilayah perbatasan, pun daerah pinggiran yang selama ini masih kurang diperhatikan. Dengan Nawacita, justru pertumbuhan ekonomi daerah terus mengantar masyarakat menuju tingkat kehidupan sejahtera, makin terlihat. Hal itu berkat pembangunan wilayah dan daerah pinggiran pun perbatasan mendapat perhatian besar Presiden Joko Widodo, termasuk pembangunan wilayah perbatasan dan pinggiran di Provinsi Sulut yang berbatasan langsung dengan negara Filipina.

Provinsi Sulut yang terbentang dari Miangas, ujung utara Kabupaten Talaud hingga Pinogaluman terus tumbuh. Hal itu berkat perjuangan ODSK mewujudkan Visi yakni “Terwujudnya Sulawesi Utara Yang Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik Serta Berkepribadian dalam Budaya”. Harus diakui, pesatnya perkembangan daerah dapat kita saksikan dan rasakan bersama hingga saat ini.

Akurasi antara Program Nawacita Presiden Joko Widodo dengan 7 Program ODSK memperkuat perjuangan Pemerintah dalam menata daerah untuk terus berkembang dan maju. Ke- 7 Program ODSK tercermin dalam Misi Pembangunan seperti;

1. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian dan sumberdaya kemaritiman, serta mendorong sektor industry dan jasa;

2. Memantapkan pembangunan sumberdaya manusia yang berkepribadian dan berdaya saing;

3. Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berdaya saing;

4. Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri;

5. Memantapkan pembangunan insfrastuktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan;

6. Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur;

7. Mewujudkan Sulawesi Utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik.

Presiden Joko Widodo dan Wapres M Jusuf Kalla bersama Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven OE Kandouw di Istana Negara

Presiden Joko Widodo dan Wapres M Jusuf Kalla bersama Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven OE Kandouw di Istana Negara

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara terus meningkat, yang tentu saja sejalan dengan perkembangan global dan nasional. Tahun 2017, ekonomi Sulawesi Utara tumbuh 6,32% dan merupakan tertinggi dalam empat tahun terakhir. Di tahun 2018 ekonomi Sulawesi Utara meningkat, dimana triwulan I 6,68% dan sedikit menurun di triwulan II 5,83% namun kembali menguat di triwulan III hingga mencapai 6,01%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,27%.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh sektor Konstruksi, Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, Transportasi dan Pergudangan serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Sementara itu dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh Konsumsi Rumah Tangga, Investasi, Konsumsi Pemerintah dan Ekspor.

Nilai ekspor nonmigas Sulawesi Utara pada Juli 2018 tercatat sebesar US$ 71,33 juta sementara impornya senilai US$ 13,94 juta. Komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Juli 2018 tetap diduduki oleh lemak dan minyak hewan/nabati, yakni senilai US$ 31,84 juta (44,64% dari total ekspor), sedangkan untuk komoditas impor terbesar adalah bahan bakar mineral (mineral fuels), mineral oil products (27), senilai US$ 7,18 juta (51,48 % dari total impor).

pres

Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Sulawesi Utara pada Juli 2018 adalah Tiongkok (US$ 14,43 juta), sedangkan negara pemasok terbesar adalah Malaysia (US$ 7,49 juta) (angka sementara). Sedangkan untuk PDRB di tahun 2017, harga berlaku berada pada angka 110.16 triliun rupiah dan untuk harga konstan berada pada angka 79.50 triliun rupiah, untuk tahun 2018 pada semester pertama PDRB harga berlaku berada pada angka 56.02 triliun dan untuk harga konstan berada pada angka 39,55 triulun rupiah.

Angka kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2016 berada pada angka 8,20% dan terus menurun hingga pada angka 7,9% di tahun 2017, dan mampu ditekan hingga angka 7,59% di tahun 2018. Sedangkan angka pengangguran pada tahun 2016 sebesar 6,20% meningkat hingga 7,18% di tahun 2017, dan mampu ditekan hingga angka 6,86% di tahun 2018.

Gini Ratio tahun 2017 sebesar 0,39%, sama dengan posisi pada tahun 2016. IPM (Indeks Pembangunan Manusia) tahun 2017 berada pada skala 71,66 lebih baik dibanding tahun 2016 pada skala 71,05.

Untuk Investasi tahun 2018 di Sulawesi Utara sebesar 6,970 triliun rupiah, yang terbagi atas PMA (penanaman modal asing) sebesar 4,054 triliun rupiah atau 81,2% dari total investasi, dan PMDN (penanaman modal dalam negeri) sebesar 2,916 triliun rupiah atau 18,8% dari total investasi. Secara keseluruhan angka tersebut mengalami peningkatan dibanding total investasi di tahun 2017 yang berada pada angka 6 triliun.

Presiden Joko Widodo saat melihat masterplant pembangunan Waduk Kuwil

Presiden Joko Widodo saat melihat masterplant pembangunan Waduk Kuwil didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE

Ada sejumlah Sektor Pendorong pertumbuhan ekonomi Sulut, diantaranya ;

Infrastruktur Umum;

 Pembangunan Bendungan Lolak dengan nilai kontrak sebesar Rp. 830 milyar, dengan realisasi fisik sampai dengan tahun 2018 sebesar 60%, dan ditargetkan selesai pada tahun 2019 ini;

 Pembangunan Bendungan Kuil dengan nilai kontrak 1,5 triliun dengan realisasi fisik sampai dengan tahun 2018 sebesar 36,5%, ditargetkan selesai pada tahun 2019 ini;

 Terpeliharanya jaringan irigasi sepanjang 125 KM dan tanggul penahan banjir sepanjang 500M;

 Daerah irigasi wewenang provinsi Sulut terdiri dari 12 daerah irigasi dengan luas daerah 18.302 ha : pencapaian penanganan daerah irigasi luas fungsional 69,22%;

 Terpeliharanya ruas jalan dalam kondisi mantap sepanjang 660,30 KM atau mencapai 71,25% dari total ruas jalan sepanjang 926,737 Km (Sesuai SK Gubernur No 135 Tahun 2018) yang terdiri dari 61 (enam puluh satu) ruas jalan yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara;

 Realisasi penyediaan sanitasi mencapai 88,36% dari target RAD 75,20%, Kawasan Kumuh 4,92% dan penyediaan air minum yang terealiasi sebesar 84,66% dari target RAD sebesar 82,46%;

 Peneribitan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Utara No. 219a Tahun 2018 tentang Penetapan Pelaksanaan Peninjauan Kembali Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Nomor 1 tahun 2014 tentang RTRW Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2014 – 2034;

 Tersedianya 15 (lima belas) materi teknis Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi (RTR KSP) yaitu : 1. RDTR & PZ KEK Tanjung Merah Bitung 2. RDTR dan PZ Kawasan Pengembangan Bandar Udara Sam Ratulangi 3. RTR KSP Kawasan Koridor Pantai Pesisir Utara (PANTURA) 4. RTR KSP Kawasan Koridor Bitung – Kema – Airmadidi 5. RTR KSP Kawasan Global Hub Port/Pelabuhan Internasional Bitung (IHP) dan di Pulau Lembeh 6. RTR KSP Kawasan Koridor Pantai Pesisir Selatan (PANSELA) 7. RTR KSP Kawasan di Sekitar Taman Nasional Bunaken 8. RTR KSP Kawasan Area Panas Bumi di Lahendong 9. RTR KSP Kawasan Kampung Jawa di Tondano 10. RTR KSP Kawasan di Sekitar Cagar Alam Tangkoko Batu Angus 11. RTR KSP Kawasan Pecinan di Manado 12. RTR KSP Kawasan Kampung Arab di Manado 13. RTR KSP Kompleks Lodji Tondano di Minahasa 14. RTR Kawasan Aerotropolis Pulau Lembeh 15. RTR Kawasan Sekitar KEK Bitung. (Advetorial)

 

Program Presiden Jokowi Buka Peluang Investasi Baru di Sulut

 

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Olly Dondokambey SE saat berkunjung ke salah satu Mall di Manado

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Olly Dondokambey SE saat berkunjung ke salah satu Mall di Manado

MANADO, MediaManado.com – Masuknya sejumlah program infrastruktur di Sulut yang bersumber dari APBN, justru membuka akses pembangunan yang berdampak pada terbukanya peluang investasi baru di daerah ini. Mengapa tidak ? Proyek berbandrol miliaran hingga triliunan rupiah justru sangat membantu pertumbuhan ekonomi baru karena munculnya peluang investasi baru pula.

Masuknya proyek dengan dana bersumber dari APBN pun dana sharring dari APBD Pemprov Sulut membuat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulut semakin nyata, sebagimana keinginan Presiden Joko Widodo untuk membuat setiap daeraoh makin maju dengan infrastruktur penunjang untuk perbaikan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Kita bisa melihat secara kasat mata, dimana infrastruktur ini ada yang sudah dikerjakan dan diresmikan, dan ada pula yang masih sementara dikerjakan dengan target capaian waktu yang sudah direncanakan. Hal itu dapat terlihat pada beberapa proyek pembangunan di Sulut ini.

Pertama, Proyek Jaringan Komunikasi Palapa Ring Paket Tengah. Proyek ini dikenal dengan istilah keren ‘Tol Langit” karena menyambung jaringan interkoneksi komunikasi antar daerah, baik di daratan maupun di kepulauan, dari kota besar hingga ke pelosok desa, pesisir dan kepulauan. Proyek Palapa Ring Paket Tengah ini telah diujicoba oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara disaksikan Gubernur Olly Dondokambey SE di Sangihe, ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe. Proyek ini bernilai Rp1,38 triliun. Uji coba jaringan Palapa Ring Tengah itu mampu membuat semua wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dapat terkoneksi secara online.

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan dan Gubernur Olly Dondokambey SE saat meresmikan Bandara Mel

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan dan Gubernur Olly Dondokambey SE saat meresmikan Bandara Miangas di Wilayah Perbatasan RI – Filipina

Kedua, Proyek Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Pembangunan KEK Bitung ini, merupakan wujud cita-cita Sam Ratulangi yang menginginkan Sulut yang berada di bibir Pasifik ikut diperhitungkan dalam kancah perdagangan antara negara-negara di Pasifik, bahkan secara nasional merupakan salah satu area strategis  guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang akan ditunjang dengan pembangunan Bitung sebagai Hubport. Ini akan menjadi penghubung Tol Laut Indonesia sebagaimana harapan Presiden Joko Widodo. KEK Bitung, sudah diresmikan Presiden Joko Widodo bersama sejumlah KEK di beberapa daerah yakni KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan dan KEK Morotai yang berlangsung di Bandara Internasional Sam Ratulangi belum lama ini.

Ketiga, Proyek Pembangunan Jalan Tol Manado – Bitung. Ini merupakan Tol Pertama di Sulut dengan panjang 39 Kilometer berbandrol Rp 1,7 triliun. Pembangunan Jalan Tol Manado – Bitung akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2019, saat ini sudah mencapai titik rampung. Jalan Tol ini merupakan akses penghubung KEK dengan sumber produksi masyarakat daerah.

Keempat, Proyek Pembangunan Jalan Bandara Sam Ratulangi -Likupang. Pembangunan akses jalan ini terhubung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan di Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara, dimana KEK Pariwisata ini sudah siap dibangun. Proyek infrastruktur ini menelan anggaran sebesar Rp 631 miliar yang berasal dari APBN dengan panjang jalan 31,5 kilometer (km).

Presiden Joko Widodo saat membasuh wajah di Tanjung Pulau Miangas yang menghadap ke Filipina

Presiden Joko Widodo saat membasuh wajah di Tanjung Pulau Miangas yang menghadap ke Filipina

Kelima, Proyek Pembangunan Bendungan Kuwil. Penyelesaian pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pada 6 Maret 2018, telah berhasil dilakukan breakthrough tunnel 2 yang merupakan pekerjaan Bendungan Kuwil Kawangkoan Paket 1. Bendungan Kuwil Kawangkoan ini merupakan bagian program pembangunan 49 bendungan baru Kementerian PUPR dalam periode 2015-2019. Keberadaan Bendungan Kuwil ini sangat diharapkan oleh warga Minahasa dan sekitarnya. Nantinya bendungan ini mampu menampung air 23,37 juta meter kubik. Bendungan ini juga menjadi harapan warga untuk mereduksi banjir sebesar 282,18 meter kubik per detik yang sering terjadi di Kota Manado dan sekitarnya. Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan ini dikerjakan oleh PT WIKA – DMT, KSO , PT Nindya Karya (Persero) Tbk dengan total nilai kontrak sebesar Rp 1,41 triliun dengan biaya pengadaan lahan sebesar Rp232 miliar.

Keenam, Proyek Pembangunan Jalan Manado Outer Ring Road (MORR). salah satu mega proyek yang dihadirkan Presiden Joko Widodo kepada provinsi Sulawesi Utara adalah Manado Outer Ring Road III. Pembangunan Ring Road III salah satu upaya dalam rangka mengatasi kemacetan yang terjadi di Kota Manado. Ring Road III ini akan dibangun dari Desa Kalasey-Winangun dengan total jarak 11,5 kilometer. Tahapan pertama tahun 2018 jalan tersebut sudah dikerjakan untuk ruas Kalasey-Sea. Sementara sisanya Sea-Winangun akan dikerjakan tahun 2019.

Ketujuh, Proyek Pembangunan TPA Regional Ilo-Ilo. Mega proyek TPA Regional tersebut akan menampung sampah dari Minahasa, Minut, Kota Manado dan Kota Bitung. Rencananya, pembangunan TPA Regional ini akan menggunakan lahan seluas 30 hektare dan terbagi ke dalam dua tahapan. Tahap pertama akan dibangun di kawasan eks HGU Ilo-Ilo Wori seluas 20 hektare. Sedangkan untuk tahap kedua akan dibangun di lahan eks HGU yang sama seluas 30 hektare. Untuk membangun TPA yang nilainya ditaksir Rp181 miliar ini, pemda tengah mengkaji kemungkinan pelibatan investor swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha.

Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw

Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw

Kedelapan, Proyek Pembangunan Rumah Susun Mahasiswa di Tomohon dan di Manado. Proyek Pembangunan Rumah Susun Mahasiswa UKI Tomohon dan Mahasiswa IAIN di Manado merupakan buah perhatian Presiden Joko Widodo terhadap dunia pendidikan, dimana para mahasiswa terbantu untuk tinggal di rumah susun dalam menempuh pendidikan selama kuliah di perguruan tinggi atau universitas tersebut.

Sejumlah Proyek Pembangunan yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Sulut ini bertujuan guna mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai penunjang makin bergeliatnya peluang investasi ke daerah Sulut dan membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi dan memperlancar roda pemerintahan guna memenuhi harapan hidup sejahtera masyarakat Sulut. Tentunya, dengan hadirnya infrastruktur fisik, akan berdampak pada pembangunan SDM kedepan, sehingga dengan laju pertumbuhan ekonomi daerah, yang ditunjang dengan kesiapan sarana dan prasaranan yang memadai, kesejahteraan masyarakat bisa terwujud. (Advetorial)

 

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*