http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg

Program LPKA Kota Tomohon Jadi ‘Pilot Project’ di Indonesia

IMG-20180825-WA0002

TOMOHON, MediaManado.com – Gebrakan dan terobosan jitu yang dilakukan oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kota Tomohon, untuk program pendidikan, pelatihan keterampilan, pembinaan, dan pemenuhan hak lain bagi Anak didik pemasyarakatan (Andikpas) di Tomohon tampaknya akan menjadi ‘Pilot Project’ bagi seluruh daerah di wilayah Indonesia.
Pasalnya, bentuk kerjasama LPKA Kota Tomohon dengan pihak organisasi yang memiliki keabsahan legalitas dari pihak Kemenkumham yang bernama ‘Punya Harapan’ terdiri dari perkumpulan dari para alumni British Embassy Jakarta’s partner lulusan dari perguruan tinggi di Inggris dan Australia, dinilai sukses menggelar program kegiatan pendidikan dan pelatihan ketrampilan serta proses pembinaan tentang kewirausahaan, Bahasa Inggris dan Komputer bagi 59 Andikpas di ruang pertemuan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kota Tomohon, Sabtu (25/08/2018).

Kepala LPKA TOMOHON Tjahja Rediantana Bc.Ip SH MH dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini menegaskan, agar para Andikpas tetap semangat dalam mengikuti program ini.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk assesmen test bagi Andikpas untuk melihat sejauh mana kemampuan yang mereka miliki terutama mengenai wawasan pengetahuan dan etika melalui cara memperkenalkan diri dan teman mereka,”tegas Rediantana sembari terus memberi motivasi agar program ini wajib diikuti oleh para Andikpas.

Lanjut, dikatakan Rediantana bahwa peraturan tentang sistem pendidikan yang dikhususkan bagi anak usia sekolah di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), telah diatur berdasarkan Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Dimana, dalam UU SPPA diatur bahwa setiap Anak dalam proses peradilan pidana berhak memperoleh pendidikan.

“LPKA wajibmenyelenggarakan pendidikan, pelatihan keterampilan, pembinaan, dan pemenuhan hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bahkan, program pendidikan dan pembinaan ini diawasi oleh Balai Pemasyarakatan,”ungkap Rediantana.

Sementara itu Founder dari pihak ‘Punya Harapan’ Andress Hamenda berharap melalui program ini ada output yang bisa di rasakan oleh Andikpas sehingga mereka kedepan memiliki modal kemampuan berbahasa Inggris, skill komputer dan kewirausahaan.

“Kedepan semua para Andikpas nantinya bisa menciptakan segala sesuatu yang positif untuk masa depan mereka termasuk memiliki skil dan ketrampilan untuk membuat online shop sendiri,”harap Hamenda.

Dari informasi yang berhasil dirangkum awak media ini dari Koordinator Humas LPKA Tomohon Marla S. MAIT, S.PSi, bahwa kegiatan kelas belajar ini dilakukan setiap hari Sabtu dan akan berlangsung selama delapan bulan. Dan, bagi setiap Andikpas terus diingatkan untuk tetap ‘move on’ dan giat belajar untuk menjadi lebih baik kedepan.

“LPKA Tomohon telah bekerja sama dengan perkumpulan ,yang sudah diakui di Kemenkumham dimana pada tanggal 11 agustus 2018 sudah dilaksanakan MoU yang disaksikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulut yang di wakili oleh kepala divisi pemasyarakatan Edy Hardoyo SH.MH,”ujar Mait sembari menambahkan dibeberapa tempat pihak LPKA telah bekerjasama dengan pihak terkait membuat program pendidikan formal, dengan begitu, anak yang berhadapan dengan hukum di LPKA dapat memperoleh pendidikan formal selayaknya anak pada umumnya.(John Paransi)

About Jhon Paransi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*