http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg

PT. Royal Coconut Eksport 19 Ton Produk Turunan Kelapa

Penyerahan Surat Oleh Kepala Badan Karantina kepada PT. Royal Coconut.(swphoto)

Penyerahan Surat Oleh Kepala Badan Karantina kepada PT. Royal Coconut.(swphoto)

MINUT, MediaManado – Produk unggulan bumi nyiur melambai, kembali bangkit. Salah satu perusahan yang eksis dan berada di Kabupaten Minahasa Utara, PT. Royal Coconut menggaung dengan ekspansi ke luar negeri.

Buktinya, perusahan yang mempekerjakan lebih dari 600 karyawan lokal ini, mengekspor produknya ke Eropa. Hal tersebut sebagaimana terpantau MediaManado sast acara Pelepasan ekspor komoditi pertanian Sulawesi Utara di PT Royal Coconut. Dan pelepasan dilakukan leh Kepala Badan Karantina Pertanian Ir. Ali Jamil Mp, Ph.D, Jumat (20/9/2019).

POSE: Produk turunan kelapa hasil produksi PT. Royal Coconut.(swphoto)

POSE: Produk turunan kelapa hasil produksi PT. Royal Coconut.(swphoto)

“Apa yang dilakukan oleh PT Royal Coconut, tentunya merupakan bagian dari program Presiden Jokowi dan Pak Menteri. Hal ini juga harus terus didorong, sebab Sulut khususnya di Minut banyak potensi pertanian. Khusus produk turunan kelapa, ada banyak manfaatnya. Tidak hanya terpaku pada kopra, karena turunan dari Kelapa ini ada lebih dari 50 jenis yang bernilai ekonomis. Contohnya, air dari buah kelapa, tempurung dan lainya,” terang Ali seraya mengajak para eksportir ataupun para melenial pengusaha muda lainnya, agar memanfatkan kemudahan melakukan perijinan secara online, seperti masuk pada website Kementrian dan membuat akun pada OSS (Online Single Submission), dimana proses perijinan tidak akan memakan waktu yang lama.

SIAP DIEKSPORT: Produk turunan kelapa hasil Produksi PT. Royal Coconut siap untuk dieksport ke luar negeri. (swphoto)

SIAP DIEKSPORT: Produk turunan kelapa hasil Produksi PT. Royal Coconut siap untuk dieksport ke luar negeri. (swphoto)

Ketum Kadin Sulut Hangky Arther Gerungan mengatakan, bahwa Kadin mengapreasisasi kepada pemerintah pusat yang begitu intens turun ke daerah-daerah untuk menuju swasembada pertanian di tahun 2020.

“Khusus pengusaha di Sulut untuk meningkatkan kwalitas produk-produk andalan kita khususnya di Sulut untuk dibawah eksport agar supaya permintaan pasar lebih meningkat,” ujar HAG.

HAG berharap kepada pengusaha yang ada di Sulut agar mensosialisasi hasil produk andalan untuk di eksport.
“Kami pengusaha yang ada di Sulut akan adakan sosialisasi produk andalan Sulut. Agar bisa dikenal di dunia serta bisa lebih besar permintaan,” harapnya.

Sementara itu CEO PT. Royal Coconut Harry Azhar kepada wartawan menyebut, jika perusahannya sudah melakukan eksport kali kedua. “Ada 19 Ton yang dieksport dari 13 produk komuditi turunan kelapa. Kami tentunya berterima kasih kepada Balai Karantina yang sudah memfasilitasinya dalam berusaha ini sehingga dapat melakukan ekspansi produk usaha hingga luar negeri. Tentunya juga kami berterima kasih kepada Gubernur Sulut yang telah memberkan dukungan penuh,” jelas Azhar yang adalah anggota DPRD Minut periode 2019-2024.

Tampak hadir, Asisten II Pemprov Sulut Ruddi Mokoginta, Kepala Badan Karantina Sulut, Kepala Balai Karantina Kelas I Manado, Asisten II Pemkab Minut Allan Mingkid serta pengusaha-pengusaha yang bermitra dengan PT Royal Coconut untuk diberikan piagam. (swp)

About Sweidy Pongoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*