http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

Rakerda Pengelolaan Bencana Terpadu di Sulut, Begini Kata Silangen dan Kepala BNPB RI

EDWIN SILANGEN, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara

EDWIN SILANGEN, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara

 

MINAHASA, MediaManado.com – Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen SE MS melaporkan kondisi dan upaya Pemprov Sulut dalam pengelolaan bencana di daerah, demikian pula Kepala BNPB RI mengajak masyarakat luas di Sulut untuk menjaga lingkungan.

Hal itu disampaikan keduanya pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengelolaan Bencana Terpadu yang dibuka langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo di Hotel Mercure Manado, Tateli Minahasa, Rabu (19/6/2019) pagi.

Sekdaprov Silangen mengatakan bahwa Pemprov Sulut dibawah komando Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven OE Kandouw mendukung penuh pengelolaan bencana secara sitematis dan terpadu.

LETJEND TNI DONI MONARDO, Kepala BNPB RI

LETJEND TNI DONI MONARDO, Kepala BNPB RI

Hal itu akan dilakukan secara konsisten untuk meminimalisir dampak yang terjadi sebelum dan pasca bencana.

Karena Sulut sebagaimana daerah lainnya di Indonesia, tambah Sekprov Silangen, berada dalam wilayah yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana.

Menurut Silangen, realitas ini tentu harus diantisipasi sedini mungkin dengan memperkuat koordinasi, integrasi, sinkronisasi dengan pemerintah pusat dalam rangka pengelolaan dan penanganan bencana di daerah.

“Di Sulut akan dibentuk tim pakar yang terdiri dari ahli vulkanologi, ahli geologi, ahli lingkungan dan lainnya serta menyiapkan prasarana dalam mengantisipasi dan menangani bencana,” tandas Sekprov Silangen.

Didampingi Sekdaprov Edwin Silangen SE, Kepala BNPB RI Letjend TNI Doni Monardo memukul Tetengkoren sebagai tanda dibukanya Rakerda Pengelolaan Bencana Terpadu, Rabu (19/06/2019) pagi

Didampingi Sekdaprov Edwin Silangen SE, Kepala BNPB RI Letjend TNI Doni Monardo memukul Tetengkoren sebagai tanda dibukanya Rakerda Pengelolaan Bencana Terpadu, Rabu (19/06/2019) pagi

Selain membentuk tim terpadu, Pemprov Sulut juga akan terus mengaktifkan pelatihan tanggap bencana kepada relawan untuk mempercepat penanganan bencana di wilayah masing-masing serta bisa menularkan ilmu atau mengedukasi kepada masyarakat.

“Sehingga bisa tercipta masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana,” ujar Sekprov Silangen.

Pada Rakerda bertema ‘Kita Jaga Alam dan Alam Jaga Kita’ ini, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo optimis tim terpadu tersebut dapat mengoptimalkan penanganan bencana di Sulut.

“Tim yang terdiri dari pakar vulkanologi, geologi dan pakar lainnya ini nantinya mampu memberikan masukan tentang potensi kebencanaan di Sulut,” kata Monardo.

Kepala BNPB berharap, upaya antisipasi bencana ini akan berjalan secara terarah dan terukur lantaran didukung dengan data-data akurat.

Resize_2019-06-19_17-11-33-410

“Peristiwa bencana alam telah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu di dunia. BNPB memperoleh data khusus bencana dari Belanda. Sehingga semakin banyaknya data maka kita bisa mengantisipasi baik ancaman geologi dan vulkanologi,” beber Monardo.

Bahkan, Kepala BNPB mengajak seluruh masyarakat Sulut untuk menjaga dan melestarikan alam, sehingga akan mengurangi risiko terjadinya bencana alam.

“Marilah kita semua selalu menjaga kebersihan lingkungan. Jangan gunakan plastik sekali pakai. Apalagi pariwisata Sulut berkembang pesat dan itu harus didukung dengan lingkungan yang bersih,” ajak Monardo.

Rapat Kerja Daerah Pengelolaan Bencana Terpadu yang dilaksanakan BPBD Sulut ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, narasumber dari BMKG, Bappenas, Badan Geologi Kementerian ESDM RI, Kemendagri dan peserta dari BPBD Kabupaten dan Kota se-Sulut. (Ferry/*)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*