http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg

Sulut Lirik Turis Australia, Jepang, Eropa dan Amerika

Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw saat memimpin Rakor Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut, Selasa (11/02/2020)

Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw saat memimpin Rakor Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut, Selasa (11/02/2020)

 

MANADO, MediaManado.com – Setelah berdampak Virus Corona, penerbangan 8 kota dari China ke Manado, untuk sementara waktu ditutup. Hal ini berdampak pada sektor pariwisata Sulut.

Akan tetapi, Pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw (ODSK), tidak tinggal diam. Buktinya, saat ini Pemprov Sulut mulai melirik pasar turis dari sejumlah negara non China seperti Australia, Jepang, Korea, Eropa dan Amerika.

Hal itu terungkap dalam Rakor Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut yang langsung dipimpin Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw di Ruang Kerjanya, Selasa (11/02/2020).

 

Rakor ini membahas penguatan branding Sulut sebagai destinasi wisata yang aman dan menyenangkan ini, turut dihadiri Kadispar Sulut Henry Kaitjily, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Daniel Mewengkang dan Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata Dino Gobel.

“Pak Gubernur menugaskan saya memimpin pertemuan hari ini sekaligus mengajak kita semua semakin fokus pelaksanaan program yang outputnya adalah penguatan branding Sulut sebagai destinasi wisata mengenyangkan dan aman. Sekaligus membawa turis kian banyak ke Sulut baik domestik maupun asing,” tandas Wagub Kandouw.

Ada tiga poin penting yang menjadi penekanan Gubernur Olly melalui penyampaian Wagub Kandouw.

Pertama, Penguatan pasar domestik ke Sulut harus disinergikan dengan pengelolaan destinasi wisata di kabupaten dan kota di Sulut. Sebab turis domestik akan suka menjelajah banyak obyek wisata di kabupaten dan kota,  sehingga akan banyak atraksi objek wisata di daerah bisa lebih dihidupkan.

Wagub Kandouw mencontohkan hasil turun lapangannya ke Modoinding di Minsel dan Danau Mooat di Boltim.

“Ini dua destinasi bagus tapi belum diperhatikan. Nah ayo kelola destinasi ini dan ajak asosiasi industri wisata ikut jualan paket di sana,” ucap Wagub Kandouw.

Dalam konteks itu, diingatkan pula agar Dispar Sulut serius dan fokus menata obyek wisata milik Pemprov seperti Gunung Tumpa di Tongkeina Manado, Bukit Kasih di Kawangkoan, Fesbudaton di Paleloan Tondano dan Sumari Endo di Remboken Minahasa.

Kedua, Terhadap pengelolaan destinasi itu, Wagub meminta agar adanya keterlibatan asosiasi industri wisata Sulut.

“Mereka menjual paket wisata di destinasi yang ada, sehingga saat turis tiba, dengan sendirinya pasar wisata sudah tercipta dan manfaatnya akan dirasakan masyarakat lokal. Tapi target turis domestik dengan aneka paket wisata yang disiapkan, harus yang anti mainstream. Artinya paket wisata yang tidak standar, namun membidik komunitas tertentu, yang potensial dalam spending money,” ungkap Wagub Kandouw.

Ketiga, yang tak kalah pentingnya, yaitu repositioning pasar wisata turis asing yang saat ini terus dilakukan Gubernur Olly harus didukung tim Dispar, yakni, menggarap sejumlah destinasi negara non Tiongkok.

“Misalnya Australia, Jepang, Korea. Selain pasar Eropa dan Amerika,” tutup Wagub Kandouw. (Ferry/*)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*