http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

Sulut The Rising Star Pariwisata Indonesia, Presiden Jokowi Kunjungi Sulut (3)

Presiden Jokowi saat berlayar menuju Taman Laut Bunaken

Presiden Jokowi saat berlayar menuju Taman Laut Bunaken

 

MANADO, MediaManado.com – “Di atas haluan kapal Bunaken Crystal 7 yang berlayar menuju Taman Nasional Bunaken. Bersama saya menikmati angin laut Teluk Manado yang tenang ini bersama beberapa menteri dan Gubernur Sulawesi Utara, Pak Olly Dondokambey.

Tak sampai sejam berlayar, kami tiba di Dermaga Bunaken dan berganti kapal khusus yang dilengkapi ruang bawah kapal untuk menikmati kecantikan ikan-ikan tropis dan terumbu karang yang eksotis di salah satu perairan dengan biodiversitas tertinggi di dunia.

Bunaken adalah salah satu kekuatan pariwisata terbesar di Sulawesi Utara di masa mendatang. Setiap tahunnya, pemerintah setempat menggelar Festival Pesona Bunaken yang selalu diminati wisatawan asing.

Area konservasi ini harus dijaga dengan hati-hati. Pemerintah pusat berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara…” Itulah yang ditulis Presiden Joko Widodo dalam akun Facebooknya, Jumat (05/07/2019).

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menikmati keindahan alam bawah laut Bunaken

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menikmati keindahan alam bawah laut Bunaken

 

Pada hari kedua berada di Sulut, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi sejumlah tempat, salah satunya Taman Nasional Bunaken.

Selain menikmati keindahan alam panorama bawah laut Bunaken, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk bertemu masyarakat Pulau Bunaken.

 

Presiden Jokowi : Tol Manado-Bitung Hubungkan Sektor Pariwisata dan Industri

Dari Taman Laut Bunaken Presiden Joko Widodo meninjau perkembangan pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung, Jumat (05/07/2019).

Kepala Negara memastikan bahwa pembangunan jalan tol yang sempat terkendala persoalan pembebasan lahan itu akan terus berjalan dan segera diselesaikan.

“Jalan Tol Manado-Bitung lapangannya masih kurang 13 kilometer yang belum pembebasan (lahan), tapi proses berjalan,” ujarnya di lokasi peninjauan.

Presiden mengatakan bahwa jalan tol tersebut ditargetkan untuk diselesaikan pada awal tahun depan. Kendala yang ada di lapangan juga disebutnya dapat segera teratasi.

Presiden Jokowi saat mengunjungi lokasi proyek Jalan Tol Manado - Bitung

Presiden Jokowi saat mengunjungi lokasi proyek Jalan Tol Manado – Bitung

“Tadi saya sudah perintah Jasa Marga untuk secepatnya bisa diselesaikan. Mungkin maksimal Maret-April. Insyaallah,” ucapnya.

Jalan tol sepanjang 39,9 kilometer tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional.

Proyek yang menghubungkan dua kota terbesar di Sulawesi Utara, yakni Manado dan Bitung, diharapkan mendukung peningkatan mobilitas dari dua kota tersebut, mendukung sektor wisata, serta pertumbuhan ekonomi di kota-kota sekitarnya.

Jalan tol ini juga akan menjadi jalan akses utama ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan Pulau Lembeh yang sedang dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata baru Sulawesi Utara.

Presiden Jokowi saat melihat langsung masterplan Jalan Tol Manado-Bitung

Presiden Jokowi saat melihat langsung masterplan Jalan Tol Manado-Bitung

 

Bisa nanti larinya ke pariwisata, bisa larinya ke industri. Karena nanti di Pulau Lembeh itu menjadi titik pariwisata baru di Bitung meskipun (perlu) dukungan industri terutama perikanan dan KEK yang nanti juga berhubungan dengan pelabuhan,” kata Presiden.

Peninjauan tersebut dilakukan Presiden dan rombongan dalam perjalanannya menuju KEK Bitung. Sebelum meninjau tol itu, Kepala Negara juga sempat meninjau pengembangan pelabuhan Manado yang direncanakan akan dikembangkan di sekitar area tersebut kawasan baru berupa wisata kuliner.

Presiden Joko Widodo dan rombongan meneruskan kunjungan ke Pelabuhan Bitung, yang dipercaya bisa semakin mendorong volume ekspor-impor.

“Banyak yang ingin masuk ke sini, ini ujung yang dekat dengan Filipina, dekat dengan Asia bagian Timur. Ini ada kekuatan yang bisa dipakai di sini, baik untuk mengekspor maupun mengimpor barang-barang tertentu,” kata Presiden Jokowi di Pelabuhan Bitung.

Pelabuhan Bitung sendiri adalah pelabuhan internasional yang ditargetkan dapat mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung yang dinyatakan sebagai salah satu prioritas pembangunan pemerintah.

Presiden Jokowi didampingi Gubernur Olly Dondokambey SE saat berada di Pelabuhan Bitung

Presiden Jokowi didampingi Gubernur Olly Dondokambey SE saat berada di Pelabuhan Bitung

 

Di samping itu, keberadaan Pelabuhan Bitung juga akan mendukung kegiatan industri kawasan timur Indonesia meliputi Ambon dan Ternate (pertanian, industri, dan pertambangan) serta Samarinda, Balikpapan, Tarakan, dan Nunukan (batubara, minyak bumi, dan kayu lapis).

“Ini sekali lagi kita tetap melihat fasilitas-fasilitas yang mendukung KEK, begitu fasilitas-fasilitas pendukungnya siap, maka KEK-nya berjalan,” tambah Presiden.

Saat ini Pelabuhan Bitung sedang dalam masa perbaikan dan ditargetkan dapat selesai pada Oktober 2019.

“Kami ingin melihat semuanya, misalnya pelabuhan ini akan dimulai perbaikan pada bulan Oktober sehingga bisa untuk pelabuhan rakyat dan pelabuhan yang ada sekarang. Sudah tadi saya sampaikan, Pak Walikota, Pak Gubernur juga, lahan disiapkan dari pemda, kemudian ada yang bangun dari Kementerian Perhubungan. Setahun lah rampung,” tambah Presiden Jokowi.

Sementera fasilitas pendukung yang juga masih akan atau sedang dibangun adalah jalan tol, dermaga, dan jembatan dari Bitung ke Pulau Lembeh.

“Tahun depan jembatannya dimulai dari sini ke Lembeh, nanti pariwisatanya hidup, industrinya hidup di kawasan yang berbeda,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berpose bersama Gubernur Sulut, Wagub, Ketua DPRD Sulut dan Pimpinan Daerah sebelum meninggalkan Sulut

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berpose bersama Gubernur Sulut, Wagub, Ketua DPRD Sulut dan Pimpinan Daerah sebelum meninggalkan Sulut

Biaya perbaikan Pelabuhan Bitung diperkirakan mencapai Rp 34,36 triliun dengan skema pendanaan kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Sesudah mengunjungi sejumlah tempat, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta para Menteri dan rombongan kembali meninggalkan Sulut. (Advetorial)

 

 

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*