http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg

Terinformasi Rp 19,5 Miliar Pembayaran Lahan RSUD Lokasinya Bukan di Depan Jalan Raya

Gambar Satelit:

Gambar Satelit: perkiraan bidang lahan sekitar 500 Meter (tampak panah) yang dibayar oleh Pemkab Minut medio 2019, dan bukan di depan jalan raya Manado-Bitung.(Ist)

MINUT, Mediamanado- Peta Bidang yang menjadi lokasi pembayaran lahan untuk menunjang perluasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis, ternyata bukan berada di depan jalan raya, tepatnya berhadapan dengan Rumah Sakit.

Tam

Gambar tampak samping kiri lahan kosong yang dianggap, ternyata bukan lahan yang dibayar oleh Pemkab Minut medio 2019, tepatnya di depan RSUD Maria Walanda Maramis.(Foto:swphoto)

Berdasarkan penelusuran dan investigasi lapangan yang dilakukan awak media, bahwa lokasi tersebut berada di Kelurahan Rap-rap dan bukan Kelurahan Sarongsong sebagaimana yang diketahui masyarakat.

“Itu tanah yang pemkab ada bayar di belakang skali. (Lahan yang dibayar Pemkab Minut ada di bagian belakang pemukiman masyarakat),” ujar Om Joy yang ditemui wartawan seraya menunjukkan lokasi tersebut.

Tampak gambar lahan yang berada di depan RSUD Maria Walanda Maramis.

Tampak gambar lahan yang berada di depan RSUD Maria Walanda Maramis.

Menurut pemerhati masyarakat William S Luntungan, sast dirinya melakukan penulusuran lokasi di lahan yang dibayar oleh Pemkab medio 2019 tersebut, merasa kaget. Pasalnya, pembebasan lahan yang menggunakan  anggaran perubahan APBD ini jauh dari yang dibayangkan.

“Saya pikir lokasi lahan tersebut di depan RSUD, sebagaimana yang dibayangkan kebanyakan masyarakat. Ternyata lahan tersebut berjarak kurang lebih 500 meter dari jalan raya,” ujar Luntungan.

Perkiraan lokasi lahan perluasan dan pengembangan RSUD Maria Walanda Maramis yang sudah berada di Kelurahan Rap-rap oleh warga.

Perkiraan lokasi lahan perluasan dan pengembangan RSUD Maria Walanda Maramis yang sudah berada di Kelurahan Rap-rap menurut keterangan warga.

Luntungan juga beranggapan, selain lokasi yang dibebaskan terlalu jauh dari rumah sakit, biaya yang terserap sangatlah besar demi sebuah lahan.
“Bagaimana mau menunjang RSUD. Sementara jarak antara RSUD dengan lahan terlalu jauh. Demikian juga soal aggaran untuk pembelian lahan sangar fantastis. Karena informasi yang kami dapat hampir Rp.1 juta per meter. Tentunya kinerja tim appraisal patut dipertanyakan,” tukas Will sapaan akrabnya seraya menambahkan bahwa terinformasi pembayaran lahan dengan luas 1,8 hektar ditambah jalan dibayar menggunakan APBD Minut tahun 2019 sebesar Rp.19,5 Miliar.

Peta bidang tanah yang ada belakangan diketahui bukan di Kelurahan Sarongsong 2, justru di Kelurahan Rap-rap ini, saat dikonfirmasi ke Kaban Keuangan Pemkab Minut Petrus Macarau, bahwa pihaknya masih harus membuka data.
“Nanti saya harus lihat di DPA atau buku APBD dulu. dan untuk pembayaran lahan kalau itu menyangkut pengembangan rumah sakit, bisa pertanyakan ke RSUD,” kata Kaban Petrus Macarau via telpon kepada mediamanado jumat (05/02/21) malam tadi sembari berjanji akan memberikan data tersebut pada hari senin nanti. (**)

Penulis: Sweidy Pongoh

About Sweidy Pongoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*