http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg

Usai RDP, Komisi III DPRD Sulut Tinjau Lokasi Lahan Pengembang PT SMA

IMG-20210306-WA0117

 

MANADO, MediaManado.com – Komisi III DPRD Provinsi Sulut menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BPJN, Balai Sungai, Dinas PUPR Provinsi, PT. Sukses Mekar Abadi (SMA), Pemerintah kelurahan Malendeng, dan Perwakilan masyarakat dari Perum Welong, di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (05/03/2021).

Usai rapat, Komisi III DPRD Sulut langsung meninjau Lokasi tersebut Terkait laporan warga yang mengakibatkan banjir akibat adanya luapan air kolam resapan pembangunan perumahan oleh PT Sukses Mekar Abadi (SMA), Komisi III usai RDP langsung meninjau lokasi tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapoyos kepada awak media di lokasi PT SMA menyebutkan bahwa data di lapangan belum sesuai dengan ijin yang ada.

“Kolam resapan ke-3 yang akan dibuat ini, 12 hari kedepan semua kami akan periksa sesuai dengan ijin yang ada,” kata Berty.

Di lokasi yang sama, Kapoyos mengimbau kepada para pengembang Perumahan yang berada di perbatasan Minahasa Utara, Minahasa dan Manado harus memperhatikan pemberian ijin.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten/Kota untuk lebih ada perhatian tentang pemberian ijin perumahan, karena berakibat juga di wilayah Kota Manado, khususnya lahan yang ada di batas perbatasan tiga wilayah ini,” ucap Kapoyos.

Steven Guguh sebagai pengelola PT SMA saat diwawancarai sejumlah awak media mengatakan, prinsipnya yang tidak mau berujung kerugian kepada masyarakat.

“Pada prinsipnya kami tidak mau dengan pengembangan ini berujung kepada kerugian pada masyarakat, setiap hujan kami juga was-was jangan air nanti meluap, kami selalu berusaha mengontrol”, ungkap Guguh.

“Kalau soal endapan terus terang kami tidak berkeinginan dan bukan sebuah kelalaian yang disengaja supaya endapan itu pergi, karena tanah itu bagi kami adalah nilai untuk ditampung pada saat pengerukan dan bisa dijual atau bisa dipakai pada saat penimbunan atau pematangan kami perlu tanah secara langsung, jadi itu tidak sengaja kamu membiarkan tanah itu dibawa oleh air, jadi tidak benar itu kelalaian kami, karena kalau tanah ini juga tidak rata, kami juga harus menimbun”, jelas Steven.

Steven juga menambahkan mengenai persentase bukaan. “Terus terang persentase bukaan kami baru 10% dari perijinan dan kami sudah menyiapkan daya tampung lebih yang di persyaratkan. Jadi dari 10% itu kami di wajibkan menampung 8 ribuan kubik dalam kolam tampungan, kolam tampungan kami saat ini sudab mencapai 12 ribuan kubik,” ucap Steven.

Ia pun menjelaskan setelah selesai kolam penampungan ketiga, PT SMA akan mengatur drainase-drainase secara internal.

“Kolam ketiga yang sementara dibangun itu bukan karena adanya banjir akan tetapi memang itu sudah menjadi proyek kami berkaitan dengan penataan drainase secara internal, setelah nantinya selesai kolam tampungan ketiga kami akan mengatur drainase-drainase, jalan dan penghijauan,” tutup Steven Guguh.

(Dian M)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*