http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg

Wagub Kandouw Sebut New Normal Jadi Solusi Keluar dari Krisis Multi Dimensi Akibat Covid-19

DRS STEVEN OE KANDOUW, Wakil Gubernur Sulut

DRS STEVEN OE KANDOUW, Wakil Gubernur Sulut

 

MANADO, MediaManado.com – Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw mengatakan Covid-19 menghantam berbagai sektor yang berakibat pada krisis multi dimensi di dunia, termasuk di dalamnya Indonesia.

Namun, Indonesia termasuk pula Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya untuk keluar dari akibat yang ditimbulkan Covid-19 dengan berbagai cara percepatan penanganan Covid-19 menuju New Normal.

Hal itu disampaikan Wagub Kandouw saat mengikuti kegiatan ‘Sulut Berdoa’ melalui Virtual Online, Jumat (10/07/2020).

Memang berdasarkan data resmi pemerintah pusat, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia termasuk Sulut bertambah dalam beberapa terakhir ini.

Akan tetapi, dia percaya dengan penanganan optimal yang terus dilakukan pemerintah, hingga kini dapat mengurangi penyebaran Covid-19.

“Saya yakin ini akan berkurang lagi seperti minggu-minggu yang lalu. Singkat kata penyebaran Covid-19 masih terus terjadi di dunia, Indonesia dan di Sulut,” ungkap Wagub Kandouw.

Selain itu, Wagub Kandouw juga mengapresiasi semakin meningkatnya jumlah kesembuhan pasien Covid-19.

“Perlu diketahui disisi lain juga, di Sulut yang mengalami kesembuhan juga tinggi. Jangan hanya melihat outputnya, tapi lihat juga inputnya bahwa ini fakta. Kalau di daerah lain tes swab dan lain-lain oleh beberapa pemerintah daerah tidak mau diumumkan, tapi Pak Gubernur kita mau jangan ada yang ditutup-tutupi, lebih masif lebih bagus, lebih banyak lebih bagus,” terangnya.

Malahan, kata dia, tingkat pemeriksaan laboratorium Sulut merupakan yang tertinggi di Indonesia.

“Disisi lain juga pemeriksaan lab di Indonesia ini kita boleh bangga, karena presentasinya kita paling tinggi. Penetrasi ini sangat bagus, karena kita boleh tahu mana yang jadi penyebaran. Ada teori gunung es ‘dipermukaan tidak tinggi padahal di dalam besar sekali’. Ini jangan sampai terjadi di daerah yang kita cintai ini dan itu tidak terjadi di Sulawesi Utara,” paparnya.

Wagub Kandouw menjelaskan bahwa pararel dengan pandemi Covid-19 ini, secara resiprositas (pertukaran timbal balik antar individu atau antar kelompok) mengakibatkan tantang keadaan ekonomi.

Contohnya di dunia pariwisata 3 tahun kemarin mengakibatkan investasi pariwisata yang tinggi, penciptaan lapangan pekerjaan yang luar biasa, sehingga setelah krisis Covid-19 ini yang paling merasakan dampaknya adalah para pelaku pariwisata, sehingga banyak yang kehilangan pekerjaan dan kekurangan penghasilan dari dunia pariwisata saja, dengan lain perkataan kondisi perekonomian terganggu.

Menurut Wagub Kandouw, ada tiga hal penting terkait pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan pekerjaan dan upaya pemakmuran masyarakat.

“Yang pertama, ekspor selanjutnya investasi dan government expenditure ( salah satu aspek dalam penghitungan pendapatan nasional),” tandas Wagub Kandouw.

Dengan kata lain, terang Kandouw, bahwa krisis Covid-19 ini menjadi krisis multi dimensi di dunia.

“Dan ini adalah stand point kita yang harus kita hadapi. Untuk itu, satu sisi kita harus melawan penyebaran Covid-19, disisi lain kita harus hidup dengan new normal. Pak Gubernur mengimplementasikan apa yang sudah dikeluarkan oleh Presiden dengan new normal, melalui Pak Gubernur mengeluarkan Pergub Nomor 44 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kehidupan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19,” tutup Wagub Kandouw. (Ferry/*)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*