
MANADO,MediaManado.com – Bencana alam yang terjadi di akhir pekan silam memang memantik reaksi cepat penanganan dari instansi vertikal seperti yang dilakukan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XI Sulawesi Utara- Gorontalo (BPJN XI SulutGo) dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 (BWSS 1 ).
“Memang saat terjadi tanah longsor di sejumlah titik seperti di ruas jalan Manado – Tumpaan (Minsel), ruas jalan Manado – Tomohon, kami melakukan tindakan cepat untuk membuka akses jalan yang saat itu tertutup longsor. Respon time dalam tiga jam, ruas yang terkena longsor sudah bisa lancar kembali,” tandas Kepala BPJN XI SulutGo Ir Riel J Mantik saat Rakor penanganan paska bencana yang dipimpi Wagub Drs Steven OE Kandouw di kantor Gubernur Sulut, Selasa (19/12/2017).
Mantik juga melaporkan kepada Wagub Kandouw bahwa masih ada pekerjaan lanjutan yang akan dilakukan pihak BPJN XI SulutGo usai bencana, seperti pengerjaan titik cekungan yang berakibat terjadinya genangan di Ringroad 1 Citraland, ruas jalan di Karombasan dan ruas jalan depan Manado International School (MIS) kolongan (Minut) dimana terjadi genangan luapan air akibat sistem drainase.
“Untuk ruas jalan di Karombasan, kami akan mengangkat pipa yang sudah tidak berfungsi dan berakibat terjadinya luapan air ke badan jalan dan merusak jalan. Pengerjaannya memang harus dilakukan pada malam hari agar tidak terlalu mengganggu kelancaran arus lalulintas, dan meminta aparat untuk membantu kami. Ini ruas jalan penting, makanya harus segera kami tangani,” ungkap Kepala BPJN XI SulutGo Riel Mantik seraya menambahkan titik cekungan di Ringroad juga segera ditangani.
Sementara untuk soal genangan air di depan MIS Kolongan (Minut), pihaknya meminta agar Pemda dapat ikut membantu mencari solusi untuk sistem pembuangan air.
“Memang beberapa kali kami melakukan diskusi untuk mencari solusi, agar aliran air ini setidaknya bisa dibuang ke sungai Tondano. Hanya saja, sistem drainase yang akan dibangun akan melewati tanah masyarakat,” ujar Mantik.
Sedangkan Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 (BWSS 1) Ir Djidon Watania ST melaporkan tindakan cepat yang dilakukan pihaknya saat volume debet air di sungai Tondano, sungai Tikala, sungai Malalayang dan sungai Sario mulai naik.
“Untuk volume debet air di sungai Tikala saat mulai naik dan menunjukkan kondisi yang signifikan, kami langsung meminta pihak BPBD untuk mengevakuasi warga yang tinggal dekat bantaran sungai,” kata Djidon.
Sementara warga yang tinggal di bantaran sungai Mahawu dan sungai lainnya sesuai pantauan pos pengamatan sungai, agar ikut mewaspadai kondisi yang ada termasuk curah hujan cukup tinggi di wilayah dataran tinggi.
Selain adanya aksi tim reaksi cepat Kementerian PUPR yang ikut turun di lokasi, kami juga ikut menurunkan alat berat untuk membantu, termasuk kami juga memberikan bantuan ke pihak PDAM Manado berupa bronjong agar pasokan air bersih ke warga, tidak mengalami gangguan berarti,” ungkap Kepala BWSS 1 ini.
Sedangkan untuk program ke depan dan sementara berjalan saat ini, pihak BWSS 1 dengan menggunakan bantuan JICA, ikut menangani secara komprehensif tiga sungai yang menjadi penyuplai debet air tinggi saat curah hujan tiba, yaitu sungai Tikala, sungai Sario, dan sungai Tondano.
“Untuk itu, kami sudah bermohon dan mengirimkan surat kepada bapak Gubernur agar supaya program ini dapat dibantu,” kata Djidon. (ferry assah)





