Mitra, MediaManado.com – Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH MH, pimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke 77, bertempat di Pantai Lakban, Kecamatan Ratatotok, Senin (28/11/2022).
Dalam sambutannya, Bupati James Semendap menyampaikan, terima kasih kepada seluruh guru-guru atas semua perjuangan yang telah dicurahkan untuk mendidik para murid.
“Terima kasih buat para guru yang telah berjuang untuk mendidik para murid menjadi generasi emas di Kabupaten Mitra, berkat dedikasi yang besar itu menghantar Mitra melangka lebih maju kedepan kearah yang lebih baik,”ucap Sumendap.
Menurutnya, Guru adalah teladan dan panutan, dimana-mana guru yang selalu menjadi idola.
“Tanpa guru saya tidak akan bediri disini, tanpa guru Jamea Sumendap tidak akan menjadi Bupati dan tanpa guru saya tidak akan lulus SD, SMP, SMA hingga Universitas,”ujar Sumendap.
Sumendap menambahkan, guru tidak hanya sebatas pengajar, namun mampu menembus nilai-nilai kekeluargaan, lewat didikan guru, kita mendapatkan bimbingan dan apa yang tidak diajarkan dalam rumah tangga, maka guru adalah bagian dari keluarga.
“Oleh sebab itu hormati guru, maka lewat penghormatan itu menandakan murid yang beriman dan berakhlak, murid yang mampu menterjemakan rasa hormat kepada guru, guru tidak hanya dihormati murid tetapi juga orang tua murid,”terangnya.
Sumendap menjelaskan, Ada murid yang suka melawan guru, namun di sisi lain murid yang kreatif maka ia berbeda dengan murid yang lainnya, dimana ada kencenderungan melakukan hal-hal yang tidak dilakukan murid-murid yang lain.
“Murid yang semacam ini adalah orang-orang yang brilian, disini para guru-guru dituntut untuk cerdas melihat situasi yang ada dan ini membutuhkan ekstra lebih,”kata Sumendap.
Sumendap berpesan, dengan adanya arus informasi maka saat ini para murid semakin mudah dalam pengetahuan, disini diharapkan para guru untuk mampu mengimbangi, Sebagai seorang guru haruslah bergerak bersama untuk menerapkan merdeka belajar sebab inovasi itu bagian dari adaptasi perubahan.
“Arus informasi itu penting, akan tetapi kita harus hati-hati terhadap arus globalisasi, karena tanpa disaring maka itu berbahaya bagi masa depan anak bangsa , dimana meraka mempunyai tanggung jawab sebagai tonggak estafet dalam membangun negara kesatuan republik indonesi yang kita cintai ini,”tukas James Sumendap.





