http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg

Kebangkitan Inovasi Sulut, Presiden Jokowi Resmi Luncurkan Produk Riset Disinfektan Berbahan Lokal dari Unsrat

Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan produk riset Disinfektan dari Universitas Sam Ratulangi Manado, Rabu (20/05/2020) lalu

Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan produk riset Disinfektan dari Universitas Sam Ratulangi Manado, Rabu (20/05/2020) lalu

 

MANADO, MediaManado.com – Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran produk-produk riset, teknologi, dan inovasi untuk percepatan penanganan Covid-19 yang merupakan hasil karya anak bangsa secara telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2020 lalu.

Peluncuran bertajuk “Kebangkitan Inovasi Indonesia” tersebut bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.

Dari 55 hasil riset terbaik se-Indonesia, salah satu diantaranya merupakan hasil penelitian Disinfektan dari Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Provinsi Sulut.

Jokowi juga mengajak kerja sama antar-komponen untuk berinovasi mengembangkan produk dalam negeri, khususnya untuk penanganan Corona. Jokowi menyerukan untuk bangga akan buatan dalam negeri.

“Sudah saatnya dunia industri berani berinvestasi sudah saat masyarakat juga harus mencintai produk-produk dalam negeri dan kita harus bangga buatan Indonesia,” kata Jokowi.

Tidak lupa, di momen hari kebangkitan nasional, Jokowi mendorong anak bangsa terus berinovasi menghasilkan karya konkret dan menjadikannya sebagai momentum kebangkitan bidang sains dan teknologi.

“Ini momentum baru bagi kebangkitan bangsa, momentum baru kebangkitan bidang sains dan teknologi dan khsusunya bidang kesehatan,” ujar Jokowi.

Ketua Tim penelitian Disinfektan Ir Tinneke Langi MS mengatakan, penelitian ini memanfaatkan produk lokal asap cair tempurung kelapa dan minyak cengkih yang punya sifat anti mikroba yang dapat dipakai sebagai disinfektan untuk benda-benda mati bahkan antiseptik pada tangan manusia.

“Jadi penelitian ini, kami mengangkat tanaman kelapa dan cengkih yang banyak manfaatnya. Terutama membantu mengatasi pandemi Covid 19 ini, ” kata Ir Tinneke.

Dosen Fakultas Pertanian jurusan Teknologi Pertanian ini menginformasikan,
beberapa penelitian sebelumnya tentang asap cair untuk anti mikroba telah dilakukan baik terhadap benda maupun bahan pangan.

“Dalam arti asap cair adalah produk yang aman digunakan “ujar Ir Tinneke.

Penambahan minyak cengkih juga sebagai anti mikroba dan juga sebagai aroma terapi.

“Karena itu kami memilih bahan baku kelapa dan cengkih sebab kedua produk ini melimpah di Sulut dan harganya murah. Ini juga kami ikut membantu para petani yang panen di tengah pandemi Covid-19,” terangnya.

Salah satu anggota tim Dr Dedie Tooy MS menambahkan, semua bahan-bahan yang digunakan adalah non kimia.

“Jadi semuanya alami dan aman untuk digunakan. Jadi saat dipasarkan sebentar masyarakat tak perlu takut untuk memakainya, “tambahnya.

Adapun Tim Riset Disinfektan Asap Cair dan Minyak Cengkih terdiri atas;

Ketua: Ir. Tineke Langi, MSi
Anggota: Ir. Dedie Tooy, MSi, PhD, Prof. Dr. Herny Simbala, MS, Herry Pinatik, STP, MSi, Prof Dr Lucia Mandey, Ir. Teltje Koapaha, MS, Dr. Tommy Lolowang, MS, Ir. David Rumambi, MS, dan Dr. Rine Kaunang, MS.

Sementara Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven OE Kandouw mengapresiasi hasil riset Unsrat ini sekaligus mendorong elemen anak bangsa di daerah ini untuk terus berinovasi dengan menggunakan bahan dasar lokal Sulut sebagai hasil karya anak daerah untuk masyarakat Indonesia. (Ferry/*)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*