http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

Kembalikan Kejayaan, Bitung Jadi Industri Ikan Terbesar

IMG-20211005-WA0134

 

BITUNG, MediaManado.com – Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebelumnya didamping Gubernur Olly Dondokambey SE setelah tiba di Kota Manado, dan dilanjukan ke Kota Bitung bersama Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven OE Kandouw diterima oleh Walikota Bitung Ir. Maurits Mantiri MM, Selasa (05/10/2021).

Pada kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan di Kota Bitung, adalah baru pertama kali berkunjung.

Dalam kunjungan Menteri Sakti Wahyu Trenggono dalam rangka tugas ke daerah untuk sosialisasi mengenai Permen No.85 Tahun 2021 mengenai, tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada kementerian kelautan dan perikanan.

Di hadapan awak media, Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan, yang saya lihat, bagaimana kira – kira kebijakan ini pada penangkapan ikan.

“Saya ini adalah baru pertama kali datang ke Kota Bitung, dan ini juga bukan yang pertama, tapi nanti yang berikut saya akan berkunjung kembali. Yang saya lihat Kota Bitung ini akan menjadi pusat industri kelas dunia untuk perikanan, oleh karena itu, sosialisasi permen ini, untuk menjaga dan menguntungkan para nelayan dan industri ikan, menjadi pusat industri ikan, harus menjadi mata rantai sektor perikanan tangkap dan dan sektor perikanan budidaya, dan itu juga akan menjadi kebijakan dari kementerian kelautan dan perikanan yang nantinya bisa dikembangkan di tahun 2022 sampai 2024,”ujarnya.

“Dan ini akan menjadi suatu kelanjutan program yang akan disambut oleh kepala daerah, dan dari hasil ini, dampaknya sangat besar, karena potensi ekonomi wilayah zona 717, 716 lebih dari 20 triliyun, dan ini semua, akan kami optimalkan, kita berharap ini betul – betul menjadi bagian pertumbuhan ekonomi di wilayah ini,”lanjutnya.

Ditempat yang sama, Walikota Bitung Ir. Maurits Mantiri menyampaikan kepada sejumlah media, mengenai dari permen itu.

“Ya kami hanya memantau saja, karena ini adalah kewenangan pusat, jadi kami hanya melaporkan saja apabila ada terjadi dampak dari peraturan itu. Sepanjang kami lihat itu masih cukup baik ya tetap dilaksanakan, karena menteri juga terbuka, tapi kalau ada persoalan nanti pasti di kaji kembali,” ujar Walikota Maurits.

Ditanya. Mengenai Kota Bitung menjadi sentral ikan, karena Kota Bitung ini menjadi pusat industri perikanan.

” Ya memang Kota Bitung ini adalah kota pelabuhan dan sentral ikan segar, jadi kalau kita jadi pusat pasar ikan segar, natabene paling tidak akan menjadi pusat transaksi besar di sektor perikanan di daerah kita, dan itu nantinya akan menguntungkan nelayan kita,” kata Maurits Walikota Bitung. (HD)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*