MANADO, MediaManado.com – Edukasi terhadap peluang dan risiko dalam investasi di perdagangan berjangka komoditi, dinilai sangat penting.
Demikian disampaikan Direktur Utama PT. Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Eksistensi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Indonesia dan Sulawesi Utara serta Dampaknya pada Bidang Ekonomi Masyarakat bertempat di Kantor PT Equityworld Future Manado, Kawasan Mega Mall, Selasa (23/04/2024).
Lumintang menjelaskan, investasi di perdagangan berjangka komoditi menawarkan potensi keuntungan yang besar dalam waktu singkat.
“Dengan transaksi yang dilakukan secara transparan sesuai mekanisme pasar, perdagangan berjangka komoditi menarik minat banyak investor. Salah satu perwakilan dari PBK di Manado adalah PT. Equityworld Future, yang sudah beroperasi di Mega Mall Manado selama 16 tahun,” ungkapnya.
Dengan begitu, maka sangat pentinglah edukasi mengenai risiko dan peluang dalam investasi di bidang ini.
Selain memberikan pemahaman tentang potensi keuntungan, Lumintang juga mengingatkan para investor untuk berhati-hati terhadap risiko yang mungkin timbul. Namun, ia menekankan bahwa risiko bukanlah hal yang menakutkan, jika dikelola dengan baik.
“Langkah-langkah yang dapat diikuti investor, seperti mengikuti tren fluktuasi harga komoditi dunia, membaca grafik, dan menganalisis pasar,” ujarnya.
Selain itu, Lumintang juga menjelaskan berbagai konsep penting dalam perdagangan berjangka komoditi, termasuk transaksi bilateral dan multilateral, pasar saham, kliring, dan kontrak bursa luar negeri.
“Contoh komoditi yang ramai diperdagangkan di Indonesia termasuk timah, emas, dan minyak sawit,” bebernya.
Ia juga membahas konsep hedging sebagai cara untuk meminimalisir risiko investasi.
Ia menyebutkan bahwa PT. Equityworld Future Manado siap membantu investor dengan memberikan konsultan keuangan yang berpengalaman dan bersertifikat.
Ikut hadir Djoko Santoso (Pimpinan PT Cabang Manado), Stenly Komali (Lawyer Perusahaan), dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas De La Salle, bersama dengan mahasiswa magang, Ketua PWI Sulut, Vocke Lontaan dan jajarannya, Ketua PWI Minahasa Utara, Ramon Wowor dan Ketua PWI Manado , Tomohon serta para jurnalis lainnya. (*)