Minut Potensi Ancaman Bencana, Sekda Wowiling: Anggaran Kebencanaan akan Jadi Catatan!

oleh
Sekda Ir. Novly Wowiling didampingi Kadis Kominfo Robby Perengkuan saat pertemuan bincang santai dengan awak media Minut di salah satu Warung Kopi, Kamis lalu.

Loading

MINUT, Mediamanado – Cuaca ekstrem yang tidak mudah diprediksi dan dapat menyebabkan terjadinya angin kencang dan hujan sedang hingga lebat, berpotensi terhadap bencana.

Hal tersebut diakui Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, sebagaimana disampaikan Sekertaris Daerah Ir Novly Wowiling yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut, saat bincang santai dengan sejumlah awak media pos liputan Minut Rabu (05/04/23) lalu.

Menurut Sekda, ancaman bencana sulit diduga kapan akan terjadi, namun kewaspadaan terhadap bencana harus terus disosialisasikan. Sehubungan dengan anggaran kebencanaan pihaknya akan menjadikan sebuah catatan.

Diakui Sekda Wowiling, bahwa pihaknya tidak mengingat secara pasti soal jumlah anggaran kebencanaan. Namun begitu, apa yang menjadi penyampaian soal anggaran kebencanaan yang masuk 10 besar terkecil di Indonesia menjadi perhatian pihaknya untuk dijadikan catatan.

“Terkait bencana yang terjadi dengan spot-spot kecil, sampai saat ini upaya melalui koordinasi unsur terkait, seperti yang dilakukan selama ini bisa berjalan. Tapi hal ini merupakan masukan yang baik dan akan menjadi catatan,” ujarnya sembari menyebut dengan adanya bencana alam banjir bandang di Desa Klabat, Kecamatan Dimembe beberapa waktu lalu, masalah lingkungan menjadi perhatian khusus Pemkab Minut kedepannya.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berdasarkan paparan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, masuk sepuluh (10) daerah Kabupaten/Kota di Indonesia yang memiliki anggaran bencana terkecil di Indonesia tahun 2023.

Hal tersebut disampaikan Mendagri pada kegiatan Rapat Koordinasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub-Urusan Bencana sebagai ujung tombak penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Daerah, pada tanggal 2 Maret 2023 di Jakarta yang dihadiri Wakil Bupati Kevin Wiliam Lotulung (KWL) didampingi Kepala pelaksana (Kalaks) BPBD Minut Theodore Lumingkewas.

Dalam paparan awalnya sebagaimana sumber data dari Sistem informasi Pemerintahan Daerah, Dirjen Bina Keuangan Daerah yang dibacakan Mendagri, menyampaikan tentang sistem kebencanaan berbasis standar pelayanan minimal. Dimana, terkait regulasi, telah diatur oleh Undang-undang hingga turunannya sampai Permendagri. Sehubungan dengan kelembagaan, BPBD merupakan perangkat daerah yang melaksanakan fungsi penanggulangan bencana juga sebagai pelaksana dan koordinator SPM Sub Urusan Bencana.

“Terkait perencanaan dan penganggaran, SPM menjadi prioritas Pemda dan layanan SPM harus diintegrasikan kedalam dokumen perencanaan dan penganggaran di Daerah,” jelas Mendagri Tito dihadapan Kepala-kepala Daerah se-Indonesia dan pelaksana BPBD awal Maret lalu.

Adapun dukungan Kementerian Dalam Negeri dalam penanggulangan bencana, bahwa sebagaimana surat Mendagri kepada Gubernur, Bupati dan Walikota nomor: 069/1511/BANGDA tanggal 4 Maret 2022 prihal penerapan standar pelayanan minimal. Dimana, yang menjadi point penting, adalah mengintegrasikan penerapan SPM kedalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tahun 2023-2026. Selanjutnya menyusun program dan kegiatan untuk pemenuhan urusan wajib pelayanan dasar di daerah. Dan point berikut menjelaskan untuk mengoptimalkan penerapan SPM di daerah, agar membentuk tim penerapan SPM yang didukung dengan anggaran dan sumber daya aparatur guna mendorong intensitas koordinasi penerapan SPM tentunya hal tersebut melakukan koordinasi dengan sekretariat bersama SPM di tingkat pusat.

“Perlu ada pergeseran paradigma penanganan bencana semula bersifat responsif menjadi proaktif. Jangan menunggu ada kejadian (bencana), yang terjadi saat ini anggaran bencana di anggarkan pada BTT dan justru anggaran SPM Sub-Urusan bencana, malah kecil anggarannya. Sedangkan BTT sudah dikunci pada nomenklatur tanggap darurat dan keperluan mendesak,” ujar Mendagri Muhammad Tito Karnavian.(**)

Penulis: Sweidy Pongoh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *