Perkara Gugatan Tanah Yang Libatkan Wawali Tomohon Ternyata Cacat Administrasi

oleh

Loading

MINAHASA, Mediamanado.com – Perkara gugatan kepemilikan lahan sertifikat hak milik yang kini tengah bergulir di Pengadilan Negeri Tondano antara Wenny Lumentut sebagai penggugat dan tergugat Jolla Benu masih berlanjut.

Melalui Heavy Mandang ketua tim pengacara Wenny Lumentut menjelaskan lahan perkara yang diperkarakan beda objek.

“Akta Jual Beli (AJB,Red) klien kami Wenny Lumentut terletak di kelurahan telete Dua kecamatan Tomohon Tengah,sementara SHM tergugat di Talete Satu Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomon,Provinsi Sulawesi Utara,” jelas Heavy. Kamis (06/7/2023).

Kuasa Hukum  Wenny Lumentut menegaskan dalam perkara gugatan kepemilikan tanah Sertifikat Hak Milik (SHM) 313, Sertifikat tergugat no 313 tahun 2013 merupakan penggabungan atas dua AJB no. 122 a/n Daniel  Kalalo dan AJB no 123 a/n Piet Welan.

“Sementara dua AJB tersebut tidak berbatasan langsung sebagaimana keterangan saksi di persidangan yakni saksi Daniel Kalolo yg merupakan penjual atas AJB no 122. Namun anehnya dapat terbit menjadi satu sertipikat yakni sertipikat nomor 313 milik dari tergugat,”lugas Heavy.

Menurutnya, Sidang perkara perdata N0.380/ Pdt.G/2022/PN.Tnn antara Wenny Lumentut sebagai Penggugat melawan Jolla Juversien Benu dkk sebagai Tergugat pada tanggal 24 Mei 2023 masih agenda pembuktian  saksi dari Tergugat dan tergugat menghadirkan dua orang saksi yaitu saksi Fredrik Rengkung, SH sebagai saksi fakta dan H. Masyhud Asyhari, SH sebagai saksi ahli.

“Dalam sidang tersebut, Saksi Fredrik Rengkung, SH sebagai saksi fakta, yang menurut Kuasa Tergugat akan menerangkan tentang pengukuran tanah karena saksi tersebut yang mengetahui tentang proses pengukuran,” lugasnya.

Kata Heavy, Namun ternyata berdasarkan keterangan saksi di depan persidangan, saksi tidak hadir saat terjadi pengukuran di lokasi. Saksi hanya membantu tergugat karena teman dimana saat itu tergugat sebagai pemohon tidak bisah hadir.

“Sehingga saksi yang diminta mengantar pihak pengukur dari BPN, aparat kelurahan dan Daniel Kalalo sebagai penjual ke lokasi tanah  dan saksi langsung pulang, nanti kembali ke lokasi saat ditelpon untuk menjemput mereka setelah selesai pengukuran,”lugasnya.

Lanjutnya, Keterangan saksi ini justru mematahkan keterangan saksi tergugat  sebelumnya yaitu Harianto Dengo yang menerangkan kalau yang menunjuk batas adalah tergugat sebagai pemohon dan ternyata sebagaimana keterangan dari saksi Fredrik Rengkung bahwa tergugat tidak hadir saat pengukuran  sehingga meminta bantuan dari saksi.

“Adapun keterangan dari saksi ahli H. Masyhud Asyhari, SH yang dihadirkan oleh tergugat justru sangat menguntungan pihak penggugat dimana saat kuasa penggugat mempertanyakan apakah bisah  digabungkan menjadi satu sertipikat  dua AJB yang tidak berbatasan langsung dan masih ada jarak satu kebun,”kata Heavy.

Ia mengatakan dengan tegas saksi ahli menjawab kalau tidak bisah karena syarat mutlak untuk dapat dijadikan satu sertipikat atas dua AJB atau lebih adalah pembelinya harus orang yang sama dan tanah sesuai AJB harus berbatasan langsung. Keterangan saksi ahli ini jika dihubungkan dengan keterangan saksi fakta yaitu Daniel Kalalo yang juga adalah pemilik sebelumnya atas tanah, menerangkan kalau tanah miliknya yang telah ia jual kepada Tergugat sebagaimana AJB No. 122 tahun 2009 tidak berbatasan dengan tanah Piet Welan yang telah dijual oleh Piet Welan kepada Tergugat sebagaimana AJB No. 123 tahun 2009.

“Sementara AJB No. 122 tahun 2009 dan AJB No. 123 tahun 2009 yang menjadi dasar permohonan Tergugat untuk  menggabungkan kedua AJB tersebut yang ternyata tidak berbatasan langsung menjadi satu sertipikat sehingga BPN menerbitkan  sertipikat No. 313 tahun 2013 Talete Satu atas nama Tergugat,” kata dia.

Karena itu diskatan Heavy, menurut keterangan dari saksi Ahli Sertipikat 313 karena merupakan penggabungan dari 2 AJB yang tidak berbatasan langsung adalah cacat administrasi dan akibat hukumnya sertipikat itu dapat dibatalkan.

“Bahwa saat Kuasa Hukum Penggugat bertanya tentang pendapat ahli apa akibat hukumnya apabila ada lurah yang mengeluarkan Surat Ketengan Tanah (SKT) dari tanah yang berada di dua  wilayah berbeda yang bukan berada di wilayah lurah tersebut namun pengukuran tanah dilakukan oleh lurah tersebut dan surat keterangan tersebut dijadikan dasar untuk pengajuan permohonana untuk penerbitan sertipikat , saksi ahli menjawab bahwa lurah tidak dapat mengeluarkan surat keterangan tentang tanah yang bukan berada di wilayah pemerintahannya dan kalaupun ada maka sertipikat yang diterbitkan atas dasar surat keterangan tersebut adalah cacat administrasi,”ungkapnya.

Kata Heavy, Saksi juga menjelaskan bahwa  sesuai  dengan PP No 24 tahun 1997 apabila ada sertipikat yang sudah 5 (lima) tahun ke atas diterbitkan maka statusnya mutlak, tetapi selama tidak ada pembuktian sebaliknya.

Sebagaimana telah terungkap di persidangan baik sidang pembuktian surat maupun pembuktian saksi maka telah terbukti kalau sertipikat No. 313 tahun 2013 Talete Satu adalah cacat administrasi sebagaimana fakta dibawah ini :

Terungkap di sidang lokasi:

– Batas sebelah Utara tanah milik Tergugat adalah wilayah Kakaskasen II sementara Objek sengketa batas utara adalah wilayah Kakaskasen. Ini berarti salah Objek karena wilayah  objek sengketa berada di Talete II sementara untuk ke wilayah Kakaskasen II harus melewati dua kelurahan yaitu kelurahan Kakaskasen, Kakaskasen III baru Kakaskasen II.

– Hasil plotingan beda lokasi, objek sengketa ada di Talete Dua sementara hasil plotingan ada di Wawo yang ada jarak sekitar enam sampai tujuh kelurahan.

Bukti surat :

– Surat ukur No 00169 Talete Satu 2013

Letak tanah terletak di Talete satu, Keadaan tanah sebidang tanah pekarangan dan yang menunjuk batas adalah Pemohon/tergugat.

Dihubungkan dengan keterangan saksi Harianto Dengo, bukti surat tersebut tidak sesuai karena objek sengketa ada di Talete Dua, keadaan tanah hutan belantara bukan pekarangan dan yang menunjuk batas bukan pemohon.

– Surat Keterangan no. 1141/2009/4.6/XI/2013 yang dikeluarkan oleh Lexi Montolalu selaku lurah pada tanggal 10 september 2013 yang menerangkan data fisik dan data yuridis tanah milik Pemohon terletak di kelurahan Rurukan Satu kecamatan Tondano Timur.

Bukan di Talete Dua yang artinya salah objek.

– Pengumuman data fisik dan data yuridis no. 1479/Peng-71.73/VII/2013 yang dikeluarkan oleh Ir.Jorry H. Rapar selaku Kepala kantor Pertanahan koya Tomohon bahwa lokasi tanah terletak di Kakaskasen satu.

Lebih mempertegas tentang objek yang berbeda, apalagi ini pengumuman yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan, dan bagaimana akan ada keberatan dari pihak pemilik yang sebenarnya sementara tanah ada di Talete dua yang mengukur tanah dari pihak Talete satu sementara pengumumannya disebutkan tanah berada di Kakaskasen Satu dan Rurukan Satu.

– Bukti AJB no. 122 tahun 2009 dengan penjual Daniel Kalalo dan AJB no. 123 tahun 2009 dengan penjual Piet Welan

Batas-batas tanah tidak ada yang berbatasan langsung sebagaimana keterangan saksi dari Daniel Kalalo di depan persidangan kalau tanahnya dengan tanah Piet Welan masih ada jarak satu kebun dan di berkas AJB tersebut baik batas utara, timur, selatan dan barat yang tidak ada tertulia saling berbatasan.

– Surat persamaan dari keluarga Kalalo.

Bukti tersebut merupakan pembagian dari kakak beradik orang tua Daniel Kalalo. Dan dibukti tersebut dapat dilihat ternyata tanah keluarga Kalalo terletak di sebelah Utara dari objek sengketa dan bukan tanah yang menjadi objek sengketa. Bahkan terbukti kalau papa dari Daniel Kalalo mendapat bagian di tempat lain bukan di tanah yang berbatasan dengan objek sengketa. Sehingga keterangan dari saksi Daniel Kalalo kalau ia mendapat tanah tersebut  dari  ayahnya jadi terbantahkan.

Keterangan saksi dari Tergugat :

Daniel Kalalo, Harianto Dengo, Fredrik Rengkung dan H. Masyhud Asyhari, SH, MKn.

Keterangan dari saksi-saksi yang diajukan oleh Tergugat justru menguntungan Penggugat terutama saksi ahli karena melalui keterangan dari saksi ahli bahwa  dua AJB yang tidak berabatasan langsung tidak dapat dijadikan satu sertipikat yang berarit sertipikat Tergugat yang nyata -nyata adalah penggabungan atas dua AJB berari adalah cacat administrasi. Kemudian lurah tidak dapat menerbitkan surat keterangan tanah atas tanah yang bukan berada diwilayah pemerintahannya sementara berkas-berkas pendukung sebagai dasar untuk penerbitan sertipikat sebagaimana bukti surat yang telah dijelaskan pada poin bukti surat di atas menjadi bukti kalau sertipikat no. 313 tahun 2013 Talete Satu milik Tergugat adalah cacat administrasi.

Dari penjelasan ini semoga masyarakat dapat mengerti dengan situasi yang terjadi di persidangan tentang fakta-fakta yang terungkap di persidangan tidak ada yang membuat Penggugat Wenny Lumentut terpojok justru sebaliknya pihak Tergugat yang terpojok dengan keterangan ahli, yang mempertegas tentang status sertipikat no. 313 Talete Satu milik dari Penggugat yang cacat administrasi yang akibat hukumnya sertipikat tersebut dapat dibatalkan.

Dan mengenai status sertifikat yang telah diterbitkan lebih dari 5 (lima) tahun statusnya menjadi mutlak, jangan ditafsirkan setengah – setengah  karena ada kelanjutannya yaitu” apabila tidak ada pembuktian sebaliknya”, yang artinya apabila ada pembuktian sebaliknya sebagaimana penjelasan di atas. Otomatis karena penggugat bias membuktikan sebaliknya maka sertipikat yang telah terdaftar diatas lima tahun tetap masih dapat dibatalkan. Semoga upaya-upaya pihak lain yang baru judulnya saja sudah bisa menggiring opini pablik ke hal yang tidak sesuai fakta dapat terbantahkan.

Milik Tergugat  Masih tentang alasan lain yang juga mempertegas tentang SHM No. 313  tahun 2013 yang telah terbukti di persidangan melalui pembuktian surat bahwa  ada beberapa surat keterangan dari kelurahan.

(*/DM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *