
TOMOHON, MediaManado.com – Pria Pantekosta harus berperan dalam kepemimpinan (leadership) dan keluarga (family), menjadi inti pokok kesimpulan materi penyampaian Pdt. Moody Wenas dalam dua sesi (I & II) Seminar Sehari yang digelar Komisi Jemaat (KJ) Pelayanan Pria Pantekosta (Pelprip) GPdI Hosana Karombasan Manado di Tomohon Praise Center, Sabtu (21/09/2019).
Khusus berkaitan aspek kepemimpinan, ia menekankan, dalam penerapannya mesti berlandaskan prinsip alkitabiah.
“Kepemimpinan dalam Alkitab adalah pelayanan atau servant leadership. Intinya, kepemimpinan yang melayani bukan dilayani, sebagaimana yang dilakukan Yesus Kristus ketika membasuh kaki para murid-Nya dalam Yohanes 13 : 3-5. Itu sebabnya, Lukas 22 : 26 menyebut pemimpin itu, sebagai pelayan,” tukasnya di hadapan puluhan peserta seminar bernuansa retreat tersebut.
Wenas menambahkan, walaupun faktor pemimpin akan selalu memperoleh perhatian yang dominan, tapi ruang lingkupnya hanyalah bagian dari tiga kapasitas kepemimpinan -bersama dengan yang dipimpin dan institusi-.
Menurut Bendahara Komisi Pusat (KP) Pelprip ini, pemimpin harus tunduk pada institusi, karena kapasitas institusi merupakan semua peraturan -baik yang dari Tuhan maupun yang telah menjadi konsensus bersama- yang mesti ditaati pemimpin bersama yang dipimpin dan menjadi jiwa dari organisasi/lembaga itu sendiri.
Sedangkan, bagi yang dipimpin, dia menyebutkan bahwa salah satu peran pentingnya adalah ketaatan.
“Ternyata, kita yang dipimpin memiliki kapasitas yang membuat kepemimpinan berjalan dengan baik dan efektif menuju tujuan yang diingini bersama. Kapasitas yang ada pada pemimpin, juga harus ada pada kita yang dipimpin, kecuali menangkap visi, pengambilan keputusan, menentukan arah kebijakan, memobilisasi sumber daya, dan lainnya,” jelas Penasehat Majelis Daerah (MD) GPdI Provinsi Sulawesi Utara ini, sebelum lanjut pada Sesi II dengan topik “Peran Pria dalam Keluarga”.
Mengawali materi berikutnya, Gembala GPdI Bethlehem Malalayang Satu ini memaparkan 3 tujuan objektif, yakni; Pria Pantekosta sebagai Kepala Kekuarga harus memahami pentingnya keluarga sebagai tempat dimulainya rencana Allah, memahami tantangan dalam berkeluarga, dan dapat menjalankan tanggungjawabnya.
Selanjutnya, Sesi III & IV seminar bertemakan “Mewujudkan Pria Pantekosta Bernilai Mulia dengan Kualitas Iman Murni dalam Ucapan, Sikap, dan Perbuatan untuk Menjadi Saksi Memuliakan-Nya” tersebut, diisi dengan materi bertopik “Peran dan Tanggungjawab Pria Pantekosta bagi Terwujudnya Keluarga Bahagia” dan “Pelatihan Pelayanan Pelprip GPdI Hosana Karombasan” oleh Ketua Pengurus Daerah (PD) Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Prov. Sulut, Pdt. Edwin F. Sumilat, S.Th., MA.
“Syukurlah, meski baru pertama kali dilaksanakan, tapi kegiatan rohani ini dapat berlangsung dengan baik,” ujar Ketua KJ Pelprip GPdI Hosana Karombasan, Herry Lalala, S.IP usai acara, didampingi jajaran panitia, Nikly Rawis, Randy Winerungan, Hendra Rori, Royke Ingkiriwang, Ady Lotulung, Audy Endey, Yeldy Endey, dan lainnya. (*)





