
JAKARTA – MediaManado.com – Ketua Panitia Khusus Angket Pelindo II (Pansus Pelindo) Rieke Diah Pitaloka mengatakan, Pansus Pelindo bekerja untuk mengungkap persoalan yang terjadi di PT Pelindo II. Sehingga tidak benar jika dikatakan Pansus Pelindo menarget orang per orang.
Apalagi dikritik bahwa Pansus Pelindo bertujuan untuk menggoyang posisi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Menteri BUMN Rini Soemarno. Kata Rieke, hal tersebut sangat mengada-ngada.
“Posisi menteri, itu hak prerogatif Presiden. Paling tidak, kita mengerti dan mempersilakan Presiden untuk bekerja nyaman dengan siapa pun,” kata Rieke kepada wartawan, belum lama ini.
Rieke menegaskan, Pansus Pelindo lebih fokus terhadap upaya untuk mengembalikan aset negara yang dikuasai asing yang berpotensi merugikan negara Rp20 triliun.
“Ada hal-hal seperti perpindahan aset mengendap-endap terhadap pihak asing melalui kontrak-kontrak yang semestinya tidak terjadi, ya itu indikasinya,” kata dia.
Rieke menginginkan pemerintahan Jokowi-JK memegang teguh konstitusi, sehingga Pansus Pelindo berupaya menegakkan konstitusi dan prinsip ekonomi Pancasila.
“Sayangnya privatisasi itu diperkuat PP dan Perpres. Saya ingatkan Presiden Jokowi, agar PP dan Perpres itu segera dibenahi,” katanya.
Namun begitu, Rieke curiga dengan adanya penggiringan opini yang menyebut Pansus Pelindo menarget orang per orang. Kata dia, jangan-jangan orang yang melontarkan hal tersebut adalah yang sedang menarget seseorang.
“Pansus dituduh menyasar dirut Pelindo lah, Menteri BUMN, lalu Wapres lah. Dibilang cari panggung lah. Aneh, jangan-jangan, sebenarnya yang bicara seperti itu justru ingin kami menarget orang per orang, bukan ranah konstitusional memperbaiki tata kelola BUMN dan menyelamatkan aset negara,” ujarnya.
EDITOR : INYO. R.





