Sikapi Keluhan 40 Mahasiswa Yang Batal di Wisuda, Begini Tanggapan Polimdo

oleh

Loading

MANADO, Mediamanado.com – Pelaksanaan Wisuda dari Politeknik Negeri Manado (Polimdo) pada Kamis (19/10/2023), di Hotel Sentra Maumbi, menimbulkan polemik para mahasiswa yang gagal mengikuti wisuda.

Dimana sesuai informasi yang dihimpun ternyata terjadi keluhan sekitar 40 mahasiswa Polimdo beserta para orang tua lewat sebuah postingan di media sosial, yang tidak bisa di wisudakan oleh pihak Polimdo.

Menyikapi hal tersebut maka pihak Polimdo pun memberikan penjelasan, dimana panitia wisuda sudah memberikan pengumuman bagi para calon wisudawan sesuai dengan kalender akademik yang ada.

Batas waktu pendaftaran wisuda di tetapkan  tanggal  13 Oktober 2023, akan tetapi karena masih banyak yang belum menyelesaikan persyaratan dan masih memungkinkan mengakomodir keterlambatan tersebut, maka panitia memperpanjang waktu pendaftaran sampai tanggal  17 Oktober 2023, tetapi juga ternyata masih di temukan ada mahasiswa yang bermohon di perpanjang waktu pendaftaran, maka kemudian pihak Polimdo memperpanjang lagi waktu pendaftaran sampai tanggal 18 Oktober 2023 tepatnya sampai jam 13.00, batas waktu harus kami tetapkan, karena panitia wisuda harus menyusun dokumen administrasi calon wisudawan seperti profil lulusan  dan dokumen lainnya yang akan digunakan pada saat wisuda, dan juga panitia  akan melakukan  gladi bersih acara wisuda”, jelas Wakil Direktur Bidang Akademik, DR. Tinneke Saroinsong, MEng.

Lebih lanjut Saroinsong pun membeberkan Polimdo sudah mengambil kebijakan dengan 3 kali melakukan perpanjangan waktu pendaftaran, agar para calon wisudawan bisa memenuhi persyaratan akademik dan kelengkapan administrasi.

“Sudah 3 kali melakukan perpanjangan waktu pendaftaran, sesuai pedoman akademik bahwa mahasiswa yang akan di wisuda  harus memenuhi persyaratan akademik dan kelengkapan administrasi oleh bagian akademi, akan tetapi sampai pada saat penutupan pendaftaran kurang lebih 40 mahasiswa tersebut belum menyelesaikan persyaratan akademik dan administrasi, sehingga secara otomatis mereka tidak memenuhi syarat untuk di wisuda”, ungkap Saroinsong.

Kemudian menanggapi adanya isu 8 mahasiswa yang juga terlambat memdaftar tapi tetap diijinkan oleh panitia untuk di wisuda, Saroinsong pun dengan tegas mengatakan hal itu tidak benar.

“Bahwa disinyalir ada kurang lebih 8 mahasiswa, yang juga terlambat, tetapi diijinkan oleh panitia itu tidak benar dan tidak terbukti”, tegas Wadir I ini.

“Kedepan kami akan membuat sistem pendaftaran wisuda secara online, sehingga apabila sudah di tutup, maka secara otomatis tidak ada lagi kebijakan penundaan pendaftaran wisuda”, pungkas Tinneke Saroinsong.

(*/DM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *