Tekan Angka Stunting Jadi Komitmen Kuat Pemprov Sulut

oleh

Loading

 

MANADO, MediaManado.com –Menekan angka stunting di Provinsi Sulut dari posisi 14% hingga 12% pada akhir tahun 2023 ini memang menjadi komitmen kuat Pemprov Sulut.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr Denny Mangala, MSi dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut, Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg di Kantor Gubernur, Jumat (24/03/2023).

Menurut Wagub Kandouw, komitmen Pemprov Sulut sama dengan komitmen BKKBN tentang penurunan stunting dan hal ini tetap berjalan terus.

“Kebetulan saya, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting. Jadi kegiatannya akan lebih masif lagi tahun ini,” kata Wagub Kandouw.

Malahan, tambah Wagub Kandouw, penurunan stunting ini menjadi perhatian langsung Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi) pada setiap kegiatan.

“Ada dua kegiatan yang selalu dievaluasi dan dimonitor Presiden Jokowi di setiap rapat koordinasi, yaitu inflasi dan stunting. Jadi tidak boleh lalai dalam penurunan stunting,” tandasnya.

Makanya tahun ini, kata Wagub Kandouw, Pemprov Sulut akan membuat kegiatan penurunan stunting  di Kabupaten Boltim, karena tahun lalu di Kabupaten Boltim itu ada kenaikan.

Ia juga berharap adanya komitmen kuat dari pemerintah Kabupaten/Kota dalam penurunan stunting, karena pengalaman tahun lalu dana dari APBD dan APBN kurang terserap.

“Karena strateginya dan implementasi kegiatan di lapangan di Kabupaten/Kota kadang-kadang kurang optimal. Jadi jangan heran Pak Tino (Kepala BKKBN Sulut, red) sudah berjuang, supaya dapat APBN, tapi tidak ada kegiatannya dari Kabupaten/Kota,” ungkap Wagub Kandouw.

Ia mengimbau kepada Kepala Daerah se-Sulut untuk tetap fokus memberantas masalah stunting, terlebih ini sudah menjadi momok dan perhatian dalam kancah nasional.

“Saya mengimbau pemerintah Kabupaten/Kota, seluruh Ketua Tim Penanganan Stunting ini fokus, begitu juga badan anggaran. Supaya tidak setengah-setengah dalam bekerja,” ajak Wagub Kandouw.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju mengaku bergembira karena akselerasi penurunan stunting mendapat dukungan dari Wagub Kandouw, para Asisten dan Perangkat Daerah di lingkup Pemprov Sulut.

“Harapan kami nanti kegiatan kita kemas dalam bentuk safari stunting. Jadi dalam waktu dekat kami sudah melapor ke pak Wagub bahwa nanti daerah yang pertama kita akan tuju adalah Kabupaten Boltim, karena Boltim terjadi kenaikan kasus pada tahun 2022,” ungkapnya.

Kedepan, tambah Kepala BKKBN, Wakil Bupati/Wakil Walikota se-Sulut akan mempresentasikan tentang hasil di 15 Kabupaten/Kota, kolaborasi dengan Bappeda. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *