Tim Penyidik Kejati Sulut Tahan Hanny, Mantan Dirut PDAM Manado

oleh -8313 Dilihat

 

MANADO, MediaManado.com – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara melakukan penahanan terhadap Tersangka, Dr.Ir.H.H.C.R,Msi.MM alias Hanny, Kamis (06/10/2022), yang diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi terkait Kerjasama dan Pengelolaan Aset PDAM Kota Manado dengan PT. Air Manado tahun 2006 s/d 2021.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Edy Birton, SH.MH melalui Kasi Penkum Theodorus Rumampuk, SH.MH menuturkan dalam rilis, yang diterima MediaManado.com, Kamis (06/10/2022) malam, bahwa perkara berawal pada tanggal 22 Oktober 2005 tersangka Hanny selaku mantan Direktur Utama PDAM Kota Manado diduga secara bersama-sama maupun bertindak sendiri-sendiri melawan hukum dan menyalahgunakan kewenangan yang ada padanya.

Tersangka Hanny telah menandatangani perjanjian Kerjasama (Cooperation Agreement) antara Pemkot Manado/ PDAM Kota Manado dengan Indo Water BV Drenthe Belanda (NV WMD), dalam pengelolaan air bersih di Kota Manado, yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga seluruh aset milik PDAM Kota Manado yang dibiayai oleh APBD, APBN, Hibah Pemerintah pusat dan World Bank beralih ke pihak swasta dalam hal ini PT. Air Manado.

Hal ini mengakibatkan kerugian negara cq Pemerintah Kota Manado cq PDAM Kota Manado sebesar € 936.000,00 (sembilan ratus tiga puluh enam ribu euro) dan Rp.55.964.456.755,00 (lima puluh lima milyar sembilan ratus enam puluh empat ratus lima puluh enam ribu tujuh ratus lima puluh lima rupiah).

Dengan begitu, perbuatan tersangka, Hanny diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU No . 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan oleh UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Tersangka Hanny ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor: PRINT- 1053 /P.1/Fd.1/10/2022 tanggal 06 Oktober 2022 selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 06 Oktober 2022 sampai dengan tanggal 25 Oktober 2022.

Tim penyidik dalam perkara ini diantaranya Eko Prayitno, S.H., M.H., Sinrang, S.H., M.H., M. Harun Sunadi, S.H.,SE.M.H.,dan Parsaoran Simorangkir, S.H., MH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.