Wagub Kandouw Apresiasi YJI yang Anjurkan Masyarakat Jalani Pola Hidup Sehat

oleh -55 Dilihat

22-57-27-Screenshot_20220922-194306_Chrome-768x533

 

MANADO, MediaManado. com – Pola hidup sehat menjadi kunci bagi masyarakat agar terhindar dari penyakit jantung. Hal ini senantiasa dianjurkan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dalam menjalankan misinya.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus YJI Provinsi Sulawesi Utara Masa Bakti 2021-2026 yang dipercayakan kepada dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS, di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur, Kamis (22/09/2022).

“Dari 2,6 juta penduduk di Sulawesi Utara, masalah penyakit diabetes melitus nomor satu, hipertensi masuk 3 besar dan penyakit jantung juga masuk 3 besar,” kata Wagub Kandouw.

Hal ini juga menjadi target Presiden Joko Widodo agar pada tahun 2025, Indonesia sehat.

“Kita disini harus kerja keras, karena untuk beban satu Indonesia oleh BPJS dalam masalah sakit jantung itu Rp 9 miliar,” ujarnya.

Untuk itu, maka seluruh komponen masyarakat dan stakeholders kesehatan harus bersama-sama terlibat dalam menyampaikan bahwa pentingnya pola hidup sehat.

Sementara itu, Ketua YJI Cabang Sulut, dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS yang baru dilantik menuturkan pihaknya siap mengkampanyekan program kesehatan jantung dan pembuluh darah kepada masyarakat melalui panca usaha jantung.

“Kami akan mengkampayekan program kesehatan jantung dan pembulu darah untuk menekan angka kasus penyakit jantung, di daerah ini,” ucapnya.

Ia percaya dengan adanya koordinasi dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak, maka dapat menggerakan peningkatan kinerja kesehatan untuk menekan angka penyakit jantung di Sulut sesuai dengan visi dan misi YJI pusat.

“Sinergitas dengan pemerintah akan selalu berjalan. Yayasan jantung indonesia adalah mitra pemerintah dalam mengembangkan program pembangunan dan kesejahteraan kesehatan,” tutur dr Kartika Devi Tanos, MARS.

Ketua Umum YJI, Esti Nurjadin dalam sambutannya menceritakan awal mula berdirinya YJI dimana ada seorang anak bernama Dewi Sartika yang memerlukan alat pacu jantung dengan keterbatasan dana yang ada terpaksa para dokter bersepakat mengumpulkan dana yang dibantu oleh segenap donatur.

“Sejak itulah mereka memikirkan bagaimana anak-anak lain jika memiki penyakit seperti Dewi Sartika, kekurangan dana dari situlah mereka memutuskan untuk membentuk Yayasan Jantung Indonesia,” ungkap Esti Nurjadin.

“Seiring dengan perkembangan zaman kita sudah memiliki BPJS kita tidak hanya mengurusi bantuan kuratif saja, sebaliknya di situ kita hadir bersama masyarakat untuk menurunkan angka penyakit jantung. Karena sudah diketahui mayoritas penyakit jantung koroner lebih dari 80% bisa dihindari karena itu merupakan penyakit lifestyle,” terang Esti Nurjadin.

Ketua YJI Cabang Manado dr Merry Mawardi mengatakan, pencegahan lebih baik daripada mengobati. Semoga ke depan YJI cabang Manado dapat bersinergitas dengan pemerintah kota Manado dan untuk pengurus yang baru dilantik.

“Mari bersama-sama kita bergandengan tangan untuk mencapai apa yang menjadi apa yang kita cita-citakan, karena itu kita harus ingat lebih baik mencegah daripada mengobati,” tukas Mawardi. (*/ferry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.