Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Apresiasi Sinergitas Biro Kesra dengan Kanwil Kemenag

oleh
dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Setda Pemprov Sulut saat memaparkan program dan kegiatan di hadapan Tim Kerja Komisi VIII DPR RI, Senin (17/12/2018)

Loading

Ace Hasan
Ace Hasan Syadzily, Ketua Tim Kerja sekaligus Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI. foto: ferry assah

 

MANADO, MediaManado.com – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mengapresiasi sinergitas dan kinerja Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Sulut yang dipimpin dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS terkait program-program keagamaan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulut.

“Kita tahu bersama bahwa pelaksanaan program bidang keagamaan baik menyangkut moralitas keagamaan, perayaan-perayaan keagamaan, pembinaan spiritual bukan hanya menjadi tugas lembaga Kementerian Agama. Akan tetapi di Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulut, saya melihat ada sinergitas di sana antara Pemprov Sulut dengan Kanwil Kemenag. Ini patut diapresiasi dan harus terus dilanjutkan,” ungkap Ace Hasan Syadzily selaku Ketua Tim Kerja Komisi VIII DPR RI yang berkunjung dan berdialog dengan mitra kerja di Provinsi Sulut di Ruang FJ Tumbelaka Kantor Gubernur, Senin (17/12/2018).

Atas beberapa penyampaian Karo Kesra dr Devi Kartika Kandouw Tanos MARS terkait sejumlah program keagamaan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2018 di hadapan Ketua Tim Kerja dan anggota Komisi VIII DPR RI, dia menilai sinergitas program Kementerian Agama dengan Pemprov Sulut patut dianut Provinsi lain di Indonesia.

“Saya kira, apa yang dilakukan antara Pemprov Sulut melalui Biro Kesra dengan Kanwil Kemenag, telah bersinergi dengan baik. Apalagi adanya keterlibatan sinergitas pada beberapa program keagamaan seperti kegiatan MTQ, Pesparani, Pesparawi, bantuan untuk kegiatan naik haji maupun kegiatan perayaan keagamaan dari enam golongan agama. Sinergitas yang baik dan patut jadi contoh daerah lain, bagaimana  antar dua lembaga baik Pemprov Sulut maupun dengan Kanwil Kemenag, itu terjalin bagus,” jelas Ace Hasan Syadzily.

“Inilah yang membuat Sulut sebagai daerah yang paling toleran di Indonesia, karena pemerintahnya tetap solid dan memberi perhatian kepada masyarakat, menjaga kerukunan melalui dukungan terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan di daerah,” ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini.

dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Setda Pemprov Sulut saat memaparkan program dan kegiatan di hadapan Tim Kerja Komisi VIII DPR RI, Senin (17/12/2018)
dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Setda Pemprov Sulut saat memaparkan program dan kegiatan di hadapan Tim Kerja Komisi VIII DPR RI, Senin (17/12/2018). foto ferry assah

 

Sebelumnya, Karo Kesra Setda Pemprov Sulut dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS memaparkan sejumlah program dan kegiatan yang dilakukan pihaknya sepanjang tahun 2017 hingga tahun 2018 berjalan ini.

Di hadapan Ketua Tim Kerja dan anggota Komisi VIII DPR RI, dr Devi memaparkan sejumlah program dan kegiatan bidang keagamaan diantaranya dukungan terhadap kegiatan kegiatan bidang keagamaan di daerah yang selalu sinergi dengan program Kanwil Kemenag Sulut.

“Kegiatan- kegiatan bidang keagamaan itu diantaranya dukungan melalui dana subsidi haji, hewan kurban, kegiatan toleransi umat beragama melalui BKSAUA dan FKUB pada perayaan perayaan keagamaan seperti Idul Fitri, Natal, Waisak, Nyepi dan kegiatan keagamaan lainnya,” ujar dr Devi.

Selain itu, kegiatan organisasi keagamaan di tahun 2018, juga tidak luput dari perhatian Biro Kesra diantaranya kegiatan berskala nasional seperti MTQ, Pesparani, Pesparawi, perayaan Paskah Nasional, Pekan Kerukunan Nasional (yang dihadiri Wapres RI Jusuf Kalla), pun kegiatan berskala internasional seperti Asian Ecumenical Youth Assembly yang dihadiri 77 negara Asia dan Paskah Asia dengan menggunakan dana sharring APBD dan APBN.

Lagi pula, pihaknya turut memberi dukungan dengan memberi asuransi bagi para penyuluh agama dan kerohanian di daerah ini.

Program dan kegiatan ini mendapat perhatian dari Biro Kesra, untuk kemajuan kegiatan keagamaan dan pembinaan keagamaan melalui lembaga dan organisasi keagamaan yang ada dan menjaga kerukunan dan toleransi agama di daerah Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara. (ferry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *