
JAKARTA – MediaManado.com – Setelah lebih dari 70 tahun gugur dalam pertempuran melawan pasukan Jepang di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia, pada Perang Dunia II, seorang prajurit tidak dikenal asal Australia dimakamkan dengan penghormatan militer penuh pada hari ini.
Prajurit tersebut merupakan anggota dari ‘Sparrow Force’, salah satu dari 84 tentara Australia yang gugur saat mempertahankan sebuah lapangan udara di Kupang dari serangan pasukan Jepang. Jenazah prajurit itu ditemukan saat penggalian pekerjaan konstruksi pada 2013.
Identitasnya hingga kini tetap menjadi misteri, meski pencarian terhadap keluarganya telah dijalankan secara intensif selama dua tahun oleh Angkatan Darat Australia. DNA yang diambil dari jenazah gagal menemukan kecocokan, walaupun 94 orang dari 54 keluarga telah diuji melalui serangkaian tes. Seruan kepada masyarakat umum untuk mengidentifikasi baru-baru ini juga gagal.
Kepala Staf Pertahanan Australia di Indonesia, Brigadir John Gould mengatakan, kegiatan hari ini menggarisbawahi hubungan yang harmonis antara Australia dan Indonesia.
“Kami baru saja merayakan 70 tahun kemerdekaan RI bersama rekan-rekan dari Indonesia. Kami selalu satu semangat dengan Indonesia selama ini. Baik dahulu maupun sekarang, Australia-Indonesia memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan wilayah kedua negara,” ujar Brigadir Gould, melalui rilis Kedubes Australia di Indonesia yang diterima Wartawan, Jumat (11/9/2015).
Prosesi pemakaman yang dilaksanakan di Makam Perang Persemakmuran di Tantui, Ambon, hari ini juga dihadiri oleh Kepala Bagian Politik dan Ekonomi Kedubes Australia, Dr Brad Armstrong bersama kontingen Garda Federasi Australia serta pihak berwenang setempat.
Lokasi ini merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi 2.000 tentara Australia dan sekutu yang mengorbankan nyawa mereka bertempur melawan Jepang pada Perang Dunia II.
EDITOR : INYO. R.





