JAKARTA, MediaManado.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terus menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif melalui sejumlah langkah diplomatik internasional.
Kunjungan kenegaraan ke Rusia dan Prancis dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Pengamat Geopolitik, Joshua Liow, menyebut bahwa langkah tersebut mencerminkan peran aktif Indonesia dalam mendorong dialog dan stabilitas global.
Menurutnya, pendekatan diplomasi yang dilakukan Indonesia sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945, khususnya dalam mewujudkan perdamaian dunia yang adil dan beradab.
“Indonesia menunjukkan posisi strategisnya sebagai negara yang tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu, namun tetap aktif dalam membangun komunikasi dengan berbagai pihak,” ujar Liow, Jumat (17/04/2026).
Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk dinamika hubungan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, Indonesia mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog. Jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz juga menjadi perhatian dunia karena perannya yang vital dalam perdagangan energi global.
Selain itu, pada waktu yang hampir bersamaan, perwakilan pemerintah Indonesia juga melakukan komunikasi strategis dengan pihak Amerika Serikat guna membahas kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan hubungan luar negeri Indonesia dengan berbagai negara besar.
Pengamat menilai, pendekatan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan prinsip bebas aktif, yang mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak tanpa terjebak dalam rivalitas geopolitik.
Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa dinamika global melibatkan banyak aktor dan kepentingan, sehingga perubahan situasi internasional tidak dapat dikaitkan dengan satu faktor tunggal. Peran Indonesia tetap penting, terutama dalam mendorong dialog, kerja sama, dan stabilitas kawasan.
Dengan langkah diplomasi yang konsisten, Indonesia diharapkan terus berkontribusi dalam menciptakan tatanan dunia yang damai dan stabil melalui kerja sama internasional, termasuk dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa.(**)





