BITUNG, Mediamanado.com — Tudingan dugaan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara ilegal yang dikaitkan dengan Richaed “Ical” Mamuntu mendapat tanggapan langsung dari yang bersangkutan. Ical membantah tudingan tersebut dan meminta semua pihak mengedepankan pemeriksaan dokumen serta fakta sebelum menarik kesimpulan.
Dalam keterangannya kepada wartawan pada Jumat (2/10/2026), Ical menyatakan bahwa pengadaan BBM yang dilakukannya memiliki dokumen administrasi, mulai dari Purchase Order (PO), dokumen pengiriman, faktur pajak, hingga bukti pembayaran. Dokumen-dokumen tersebut, menurut Ical, dapat digunakan untuk menjelaskan proses transaksi yang dipersoalkan.
“Kalau disebut ilegal, dasar ilegalnya di mana? Dokumen transaksi ada, proses pengadaannya ada, dan pembayaran juga ada. Jadi jangan hanya melihat dari satu sisi kemudian langsung menyimpulkan ilegal,” tegas Ical.
Ical menjelaskan bahwa pengadaan BBM tersebut berkaitan dengan kebutuhan operasional kapal KM Jaya Sentosa 89 serta kendaraan tangki bernomor polisi DB 8672 QL. Ia mengklaim proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme yang melibatkan agen atau mitra resmi penyaluran BBM.
Ia juga menyatakan terbuka apabila dokumen-dokumen tersebut diperiksa oleh pihak berwenang untuk memastikan kesesuaian proses pengadaan dengan ketentuan yang berlaku.
“Saya tidak takut diperiksa. Silakan periksa semua dokumen yang saya miliki. Saya siap mempertanggungjawabkan apa yang saya lakukan,” ujarnya.
Polemik ini menempatkan pemeriksaan dokumen dan penelusuran asal-usul BBM sebagai hal penting untuk menjelaskan duduk persoalan. Sebab, keberadaan dokumen transaksi perlu diperiksa bersama aspek lain, termasuk sumber BBM, jalur distribusi, peruntukan, serta kesesuaian kegiatan dengan ketentuan yang berlaku.
Ical menegaskan bahwa dirinya menghormati kritik masyarakat dan kerja jurnalistik. Namun, ia meminta agar pemberitaan yang menyangkut dirinya juga memberikan ruang klarifikasi dan tidak menempatkan tudingan sebagai fakta yang telah terbukti.
“Saya menghormati pers dan kritik masyarakat. Tetapi kalau menyangkut tuduhan terhadap seseorang, tentu harus ada verifikasi dan hak jawab,” katanya.
Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara terbuka dan profesional, dengan mengutamakan data serta hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, klarifikasi Ical merupakan pernyataan dari pihak yang membantah tudingan. Keabsahan dokumen, asal-usul BBM, dan kepatuhan terhadap ketentuan distribusi tetap perlu dinilai berdasarkan pemeriksaan yang berwenang.
Dengan demikian, publik dapat memperoleh gambaran yang utuh tanpa mendahului proses pembuktian.
.





