MANADO, Mediamanado.com – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Michaela Elsiana Paruntu (MEP), menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan memperkuat persatuan seluruh kader dalam membangun kekuatan partai.
MEP mengajak jajaran pengurus untuk menyatukan visi serta mengesampingkan perbedaan demi kepentingan organisasi.
Penegasan tersebut disampaikan MEP saat memimpin Rapat Pleno DPD Partai Golkar Sulut di Kantor DPD Partai Golkar Sulut, Senin (12/10/2026).
Dalam sambutannya, MEP mengapresiasi kerja keras seluruh pengurus dan kader yang telah mengambil bagian dalam perjalanan organisasi.
Menurutnya, kebersamaan menjadi modal utama untuk menjaga Golkar tetap solid dan mampu menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
MEP menilai dinamika yang terjadi di internal partai merupakan bagian dari proses organisasi. Karena itu, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seluruh kader untuk kembali merapatkan barisan dan bekerja bersama.
MEP mengingatkan bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan di tingkat provinsi, tetapi juga oleh soliditas struktur hingga ke akar rumput.
“Yang paling penting, kita harus tetap solid, menyatukan visi, dan membangun kebersamaan. Perbedaan yang pernah terjadi jangan sampai membuat kita terpecah. Mari kita kembali bekerja bersama untuk membesarkan Partai Golkar,” demikian pesan MEP dalam arahannya.
Dirinya juga menyinggung arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan memperkuat kekuatan partai melalui kerja bersama.
Menurut MEP, arahan tersebut perlu diterjemahkan dalam langkah konkret melalui penguatan koordinasi dan konsolidasi di seluruh tingkatan kepengurusan.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian DPD Partai Golkar Sulut adalah penyelesaian Musyawarah Daerah (Musda) di tingkat Kab/Kota. Proses ini dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan organisasi sekaligus memperkuat kepemimpinan partai di daerah.
MEP menegaskan bahwa seluruh tahapan konsolidasi harus berjalan sesuai mekanisme dan aturan organisasi yang berlaku.
MEP juga mengingatkan agar pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dilakukan secara berjenjang dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.
“Semua harus berjalan sesuai aturan dan mekanisme organisasi. Kita tidak boleh melewati tahapan yang sudah ditetapkan. Konsolidasi harus dilakukan dengan baik agar struktur partai semakin kuat dan solid,” tegasnya.
Selain membahas penguatan organisasi, rapat pleno tersebut turut membicarakan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar yang dijadwalkan pada 20 Oktober 2026.
Pelaksanaan peringatan HUT masih menunggu arahan resmi dari DPP Partai Golkar. DPD Golkar Sulut menyatakan siap menindaklanjuti petunjuk tersebut sesuai kebijakan pengurus pusat.
Agenda lainnya adalah pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) bagi kader. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas, pemahaman, dan kesiapan pengurus dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab kepartaian.
MEP berharap seluruh rangkaian agenda tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah seluruh jajaran Golkar Sulut.
Ia menekankan bahwa soliditas organisasi harus dibuktikan melalui kerja nyata, bukan sekadar pernyataan, sehingga seluruh pengurus mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara optimal.
Dengan konsolidasi yang terarah, MEP optimistis Partai Golkar Sulut dapat semakin memperkuat struktur organisasi, menjaga kebersamaan kader, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan politik mendatang.
(DM)





