MANADO, Mediamanado.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) bersama Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dan Griffith University Australia mengembangkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) menggunakan teknologi pirolisis berbasis energi surya.
Penelitian bertajuk Inovasi Pengolahan Sampah Plastik di Kota Manado Berbasis Energi Surya tersebut dipaparkan di Jurusan Teknik Mesin Polimdo, Kamis (22/10/2026).
Anggota tim peneliti, Steven Johny Runtuwene, M.Eng., menjelaskan bahwa teknologi pirolisis memungkinkan sampah plastik diolah menjadi minyak dengan karakteristik menyerupai solar, minyak tanah, dan bensin.
“Dalam satu kali proses pirolisis, kita bisa mendapatkan tiga fraksi minyak, yakni solar, kerosin atau minyak tanah, serta gasoline atau bensin,” jelas Steven.
Ia mengatakan, hasil pengolahan bergantung pada jenis plastik dan proses yang digunakan. Minyak yang dihasilkan juga masih membutuhkan pemurnian dan pengujian lebih lanjut sebelum dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Menurut Steven, penelitian ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan sampah plastik, tetapi juga memberikan nilai tambah terhadap limbah yang selama ini dianggap tidak bermanfaat.
“Kalau jumlahnya sedikit, orang sering menganggap plastik tidak berarti sehingga akhirnya dibuang begitu saja. Namun, ketika dikumpulkan dalam jumlah banyak, plastik bisa memiliki nilai dan dapat diolah,” ujarnya.
Dalam penelitian ini, Griffith University Australia menjadi mitra internasional, sementara mitra lokal melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado dan PT Mahagatra.
Steven berharap kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dapat mendorong pengembangan teknologi tersebut sehingga menjadi salah satu alternatif penanganan sampah plastik di Kota Manado.
Ia menegaskan, pengolahan sampah harus didukung sistem pengumpulan dan pemilahan yang baik agar hasilnya lebih optimal serta tetap memperhatikan aspek lingkungan.
(*/YB)





