Site Tour Toka Tindung (Bag.3); CSR, Kesadaran Sustainability dan Warisan Bagi Masyarakat Lingkar Tambang

oleh
David Sompie, Direktur CSR PT MSM dan PT TTN

Loading

David Sompie, Direktur CSR PT MSM dan PT TTN
David Sompie, Direktur CSR PT MSM dan PT TTN

MINUT, MediaManado.com – PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) memiliki tanggungjawab besar pada lingkungan dan masyarakat yang berada di lingkar tambang.

Maka program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT MSM dan PT TTN menjadi konsep bahkan tindakan yang harus benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang, sekaligus menjaga lingkungan sekitar dimana perusahaan tambang itu berada.

Direktur Corporate Social Responsibility PT. MSM dan TTN David Sompie menegaskan, hadirnya perusahaan tambang di daerah ini, tentunya membawa manfaat bagi masyarakat lingkar tambang sebagai bagian dari tanggungjawab perusahaan, dan hal itu menjadi kesadaran yang berkelanjutan (sustainable) guna mewariskan sesuatu oleh perusahaan pada masyarakat.

“Jadi, CSR merupakan program yang panjang, bukan singkat,” tandas David Sompie di hadapan peserta Site Tour Toka Tindung, Selasa (10/12/2019).

IMG_20191204_205951-750x422

Memang, operasional perusahaan tambang harus sinergi dengan pemerintah dan masyarakat dimana perusahaan itu berada. Tanpa sinergitas yang membawa manfaat, maka mustahil perusahaan itu bertahan lama.

Guna melihat secara langsung realisasi program CSR PT MSM dan PT TTN, para wartawan yang tergabung dalam komunitas JIPS, menyusur sejumlah titik dimana CSR perusahaan ini dilakukan.

Tiba di lahan Toka Tindung Reference Integrated Ecofarming Development (TRIED), masih dalam wilayah Toka Tindung Gold Mine, terlihat hamparan lahan yang baru saja ditanami benih jagung unggulan JH 37.

Penanaman benih jagung unggulan JH 37 inipun bakal menjadi pilot project oleh Kementerian Pertanian RI. Kelompok tani binaan dua anak perusahaan PT Archi Indonesia inipun optimis upaya dan kerja keras akan membawa hasil yang gemilang.

20191211_220002_640x626

Dari lahan TRIED, peserta Site Tour Toka Tindung menuju Wale Gonofu, suatu kelompok usaha binaan perusahaan tambang di Desa Rinondoran Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Di sinilah bahan material sabut kelapa atau istilah masyarakat lokal dikenal dengan ‘Gonofu’ dikumpul dan diolah menjadi bahan jadi, diantaranya kerset, tali, sapu dan bahan jadi kreatif lainnya.

Sabut sendiri diketahui merupakan bagian mesokarp yang berupa serat-serat kasar kelapa. Sabut biasanya disebut sebagai limbah yang hanya ditumpuk di bawah tegakan tanaman kelapa, lalu dibiarkan membusuk atau kering. Pemanfaatannya paling banyak hanyalah untuk kayu bakar. Ternyata, sabut bisa diolah menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai.

20191211_004614_480x685

20191211_220059_640x391

Sementara mesin pengolahannya dipasok perusahaan tambang dari dana CSR. Nampak ibu-ibu bersemangat dan trampil membuat bahan olahan sabut kelapa menjadi beberapa karya indah.

Usai dari Wale Gonofu, dilanjutkan dengan menemui kelompok binaan Konveksi yang berada di Tinerungan Kelurahan Pinasungkulan Kota Bitung, yang masih masuk wilayah lingkar tambang.

Kelompok binaan dan tempat pelatihan keterampilan menjahit KSU Imanuel ini memproduksi bahan jadi berupa pakaian seragam karyawan perusahaan, pun pakaian seragam sekolah dan pesanan pakaian dari sejumlah pihak.

20191211_215853_480x712

“Kehadiran perusahaan di daerah kami, memberi manfaat bagi para ibu, selain menumbuhkan bakat dan ketrampilan yang dimiliki, pun menambah penghasilan bagi ekonomi keluarga masing-masing. Ini manfaat yang panjang, yang diwariskan perusahaan tambang ini,” ungkap Ibu Agustin, anggota kelompok binaan perusahaan tambang.

Dalam ruangan KSU Imanuel ini, terdapat beberapa mesin konveksi (mesin jahit) dan meja besar yang digunakan untuk membuat pola pakaian sesuai pesanan sejumlah pihak, termasuk untuk pakaian kerja para karyawan tambang.

Dalam kondisi cuaca yang mulai tidak bersahabat, rombongan peserta Site Tour Toka Tindung menyasar tempat kelompok binaan di sektor peternakan, diantaranya ternak hewan babi. Memang menurut David Sompie, dana CSR juga menyentuh peternakan ayam dan Itik.

Kelompok-kelompok binaan perusahaan ini, secara tekun dan ulet memanfaatkan program CSR sesuai sekmen usaha yang ditekuni.

Selain pengembangan potensi usaha dan sektor di atas, pihak perusahaan memprogramkan dana CSR untuk infrastruktur desa, program air bersih, peningkatan SDM masyarakat dan beasiswa bagi anak-anak yang berasal dari Desa/Kelurahan di wilayah lingkar tambang PT MSM dan PT TTN.

Inilah era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting, daripada sekedar profitability perusahaan, bahkan kegiatan CSR justru akan menjamin keberlanjutan bisnis yang dilakukan demi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang.

20191211_004113_640x372

20191211_220420_640x321

Selain itu, program CSR turut pula menurunkan gangguan sosial yang sering terjadi akibat pencemaran lingkungan, bahkan dapat menumbuh kembangkan dukungan atau pembelaan masyarakat setempat pada perusahaan tambang ini.

“Sehingga, kita ingin meninggalkan warisan berkelanjutan kepada masyarakat dalam waktu yang panjang dan manfaatnya, bisa dirasakan masyarakat lingkar tambang, ” ujar David Sompie.

Usai meninjau sejumlah lokasi CSR, peserta Site Tour Toka Tindung kembali ke Manado. Semoga tetap sustainable !!! (Ferry/habis.)