
MINUT, Mediamanado – Sebagai seorang pengurus inti di dewan pimpinan cabang (DPC) partai demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP), Fransiska Etha Tuwaidan tidak menunjukkan loyalitasnya sebagai kader. Hal tersebut dikarenakan, wakil ketua bidang pemberdayaan perempuan tersebut tidak lapor ke pengurus DPC PDIP Minut jika dirinya akan mendaftarkan diri ke partai Nasdem dan Golkar.
Hal tersebut dibenarkan Ketua DPC PDIP Denny Lolong. Menurutnya, Fransiska Tuwaidan yang adalah pengurus partai, sampai saat ini tidak pernah berkoordinasi dengan dirinya selaku Ketua Partai maupun pengurus lainnya jika akan mendaftar ke partai Nasdem dan Partai Golkar.
“Saya baru mengetahui kalau Ibu Etha Tuwaidan telah daftar calon ke Partai lain melalui media. Seharusnya sebelum mendaftar ke partai lain, Ibu Etha lapor ke pengurus PDIP yang ada. Demikian juga saat pendaftaran bakal calon di kantor DPD PDIP, bahwa Ibu Etha Tuwaidan tidak nampak hadir mendampingi pengurus,” jelasnya.
Dikatakan Ketua DPRD Minut ini, jika di partai PDIP ada etika politik yang harus dan wajib ditunjukkan seorang pengurus. “Terkait langkah yang dilakukan oleh Ibu Etha Tuwaidan, nanti akan dibicarakan dalam rapat partai, seperti apa sanksi yang akan diberikan,” jelasnya.
Sementara itu, kepada Mediamanado Fransiska Etha Tuwaidan mengaku jika dirinya mendaftar ke partai Nasdem dan Golkar bukanlah bentuk kekecewaan. Sebab, diakui Etha sapaan akrabnya, karena pernah mencalonkan diri sebagai Bupati selang periode beberapa waktu lalu.
“Bukan bentuk kekecewaan, tapi karena saya pernah mencalonkan diri sebagai Bupati dari PDIP, sehingga saya belum berhasil. Dan sekali lagi daftar ke partai lain bukan bentuk kekecewaan tidak diundang PDIP,” jelasnya. (swp)





