Pilgrimage of Justice and Peace Jadi Isu Sentral Dialog 25 Negara pada Pekan Kerukunan Internasional di Sulut

oleh

Loading

OLLY DONDOKAMBEY SE dan DRS STEVEN OE KANDOUW (ODSK), Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara
OLLY DONDOKAMBEY SE dan DRS STEVEN OE KANDOUW (ODSK), Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara

 

MANADO, MediaManado.com – Pekan Kerukunan Internasional yang berlangsung di Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 13 – 20 April 2020 mendatang, akan dihadiri 25 Negara.

Menurut Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE melalui Kepala Kesbangpol Daerah Provinsi Sulut Evans Steven Liow SSos, Pilgrimage of Justice and Peace akan menjadi isu utama yang akan dibahas dalam konferensi oleh 25 Negara.

“Yang menjadi fokus isu terkait pentingnya keterlibatan umat antar agama menjadi pembawa damai dan toleransi antar umat agama, selain itu mempromosikan dunia untuk bebas nuklir, peduli kemanusiaan, ancaman kesehatan, perubahan iklim, keadilan ekologis dan ekonomi serta sumberdaya,” ungkap Liow.

Dia menambahkan, dalam agenda ziarah keadilan dan perdamaian dalam Pekan Kerukunan International, akan mendorong terciptanya semangat kemanusian yang adil dan beradab.

Dengan begitu tambah Liow, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK) akan jadikan Sulut Daerah Pariwisata Religi dan Alam.

“Sejak dahulu Manado, Minahasa terkenal dengan jalur perdagangan sehingga jangan kaget kita memiliki kampung Arab, kampung Cina di pusat perdagangan di ibukota Provinsi. Dimana bangsa-bangsa Eropa berdagang mencari rempah di Indonesia melewati pelabuhan Manado. Inilah semangat ODSK dalam pekan kerukunan international nanti serta membumikan Pancasila di saat acara tersebut, agar para tamu mengetahui identitas ideologi Pancasila bisa membawa Indonesia rukun, damai, aman dan nyaman,” tutur Liow.

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly akan menjelaskan letak geografis Sulawesi Utara sebagai jembatan utama dalam perdagangan dunia yang menghubungkan ‘Jalur Rempah Dunia dan Jalur Sutera Dunia’.

“Sulut yang nantinya akan menjadi jalur perdagangan dunia dapat terhubung dengan baik. Bukan hanya memberi pesan kerukunan, tetapi akan membangun jembatan emas yang kokoh, jalur sutra dan jalur rempah yang baik. Jalur perdagangan yang punya potensi masa depan yang baik, karena sampai hari ini sudah delapan kota terhubung antara Manado-Tiongkok, nantinya Jepang, Korea, Australia,” terang Liow.

Gubernur Olly berharap Sulut akan menjadi tempat berdagang dengan bebas dan aman serta nyaman.

Dalam konferensi internasional ini bakal dihadiri Sekjen World Council of Churches/WCC,
Menkopolhukam dan dari Evangelische Mission in Solidaritat (EMS). (*)