Tondano, MediaManado – Hasil Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Manado (Unima) digelar pada, Rabu (19/8) yang dimenangkan Prof Dr Deitje Katuuk, M.Pd di guncang. Pasalnya, kemenangan Deitje Katuuk ini rupanya tidak dikehendaki pihak tertentu yang disinyari diluar senat.
Sesusai info yang didapat, Anggota Dewan Perwakikan Daerah (DPD) Republik Indoneseia (RI) yang membindangi pendidikan, Maya Rumantir, menyebutkan supaya proses pelantikan yang rencananya sudah dijadwalkan pada 2 september ini ditunda.
Hal ini pun disebutkan Christian Dennis, dirinya mengatakan sangat menyesalkan apa yang dikatakan anggota DPD tersebut.
“Jangan hanya dengar sepihak, lalu berusaha untuk menghalangi proses yang sudah dilakukan oleh panitia Pirek Unima ini,” kata Cristian.
Cristian mengatakan,emua yang dilaporkan ke Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah melalui tahapan dan fit n Proper test. Bahkan, sudah diperiksa oleh BPK RI dan mungkin melibatkan unsur Intelligent negara dalam mencari rekam jejak semua bakal calon rektor.
“Kami melihat panitia Pilrek sudah sangat optimal melaksanakan Pemilihan ini, jadi apalagi yang masih kurang,” ujarnya.
Lanjut dikatakan Christian, para anggota senat yang terhormat seharusnya mempraktekkan keterhormatan tersebut dengan menerima apapun hasil pemilihan yang ada.
“Jika kita menerima apa yang disepakati, berarti sudah berupaya memperbaiki Unima kearah yang lebih baik. Bukan dengan cara-cara yang tidak elegan seperti ini,” tandasnya.
Lebih lanjut dikatakanya, semua yang dipersoalkan dalam Pilrek Unima sudah di berita acara kan oleh panitia, hingga peralihan dari sistem Daring E-Voting ke Luar jaringan (Luring) atau manual melalui forum senat, kemudian disetujui bersama.
“Maka dari itu, proses dilanjutkan dengan mekanisme Luring atau pemilihan manual. Ketika proses berlanjut, sudah dipastikan ada yang menang dan ada kalah.
Untuk itu, marilah kita belajar menerima kenyataan demi menjaga Marwah Intelektualitas yang berintegritas di kampus Unima ini,”tandasnya.
Sementara itu, ketua panitia Pilrek Unima Prof Rudy Pakasi menjelaskan, bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan dari Kemendikbud tentang kapan pelaksanaan pelantikan Rektor Unima terpilih periode 2020-2024.
“Saya tahu akhir masa jabatan Rektor akan berakhir tanggal 2 September 2020 ini. Dan untuk pelantikan Rektor terpilih belum ada petunjuk, jika belum ada pelantikan berarti ada penundaan,” tandas Pakasi yang dibenarkan wakil ketua panitia Pilrek Prof Dr Arijani Abdulla.
(***)






