Diknas Minut Realisasikan Gaji Guru THL

oleh
Olfy Kalengkongan dan Olivia Mantiri.

Loading

Olfy Kalengkongan dan Olivia Mantiri.
Olfy Kalengkongan dan Olivia Mantiri.

MINUT, Mediamanado- Meski di tahun 2021 sudah tidak ada lagi guru THL (tenaga harian lepas), namun Diknas Minut telah merealisasikan honor semester II tahun 2020 yang menjadi hutang di tahun 2021. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Olfy Kalengkongan kepada Mediamanado jumat (29/01/21).

Menurutnya, pada tahun 2020 sebanyak 350 honorer guru tertata dalam DPA Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara.

“Kondisi keuangan kas daerah yang tidak memadai, sehingga pembayaran honor guru terhambat. Sebagai bentuk tanggungjawab sebagai kepala dinas, jadi saya anggarkan kembali di tahun 2021,” ucap Kadis Kalengkongan.

Lebih lanjut ditambahkan Kadis, bahwa saat ini honor tersebut sudah dibayarkan ke masing-masing rekening guru tersebut. “Mekanismenya setelah dicairkan oleh Badan Keuangan, kami dari Diknas sudah selesai merealisasikan ke seluruh guru honorer sejak kamis (28/01/21) pagi hingga malam,” cetusnya.

Dia pun menyebutkan, jumlah anggaran yang sudah direalisasikan sebesar Rp. 2,1 miliar untuk 350 guru THL. Adapun di tahun 2021 ini, sudah tidak ada lagi honorer guru atau guru THL. Sebab, nomenklaturnya sudah berubah menjadi Pegawai Pemerintah atas Perjanjian Kerja atau P3K.
“Untuk THL guru sudah tidak ada dan digantikan oleh P3K. Jadi mereka yang menjadi P3K bisa dari THL guru. Namun, mekanisme rekrutmen harus melalui proses pendaftaran,” terang Olfy Kalengkongan.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Petrus Macarau membenarkan realisasi anggaran untuk pembayaran gaji guru THL di Diknas. “Sudah dibayarkan ke rekening kas Diknas,” tuturnya.

Wakil ketua DPRD Minut dari fraksi Golkar Olivia Mantiri, pun berharap dengan adanya realisasi ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh guru-guru honorer. “Semoga dapat digunakan untuk keperluan dan kebutuhan di masa Pandemi saat ini. Kami juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten minahasa utara.

Guru merupakan ujung tombak pendidikan, sebab guru secara langsung mempengaruhi, membina dan mengembangkan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran agar menjadi siswa yang cerdas, trampil dan bermoral tinggi,” jelas wanita yang ramah dan murah senyum ini. (**)

Penulis: Sweidy Pongoh