TOMOHON, MediaManado.com – Kualitas pendidikan terus dipacu sejak usia dini, sehingga berbagai strategi bahan ajar bagi anak dikembangkan terus menerus.
Bahan ajar Muatan Lokal (Mulok) juga direncanakan akan diterapkan pada kelompok Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Tomohon.
Hal itu terlihat dengan digelarnya kegiatan Penyusunan Kompetensi Dasar Muatan Lokal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal dan Pengembangan Kurikulum, Bahan Ajar dan Model Pembelajaran PAUD, yang digelar di AAB Guest House, Kamis (04/03/2021).
Terkait hal itu, Walikota Caroll JA Senduk dan Wakil Walikota Wenny Lumentut turut memberikan masukan terkait hal itu.
Saat membuka kegiatan ini, Walikota Caroll Senduk mengatakan, PAUD merupakan dasar pendidikan yang sangat penting dalam menentukan kualitas pendidikan selanjutnya.
“Momentum perkembangan anak tidak akan berulang sehingga jika tidak diberikan pendidikan yang tepat dan berkualitas akan sangat merugikan masa depan anak,” kata Walikota Senduk.
Ia beralasan bahwa kelompok anak usia dini memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda dengan kelompok anak usia lainnya.
“Berdasarkan karakteristik perkembangannya yang bersifat khusus, maka jenis pembelajaran yang relevan untuk anak usia dini adalah pembelajaran terpadu,” ujarnya.
Dimana semua kegiatan dalam pembelajaran terpadu, tambahnya, melibatkan pengalaman langsungĀ bagi anak serta memberikan berbagai pemahaman tentang lingkungan sekitar anak.
Perlu disadari bahwa berbagai tantangan bagi upaya pembangunan pendidikan yang dihadapi pemerintah indonesia secara umum dan Pemerintah Kota Tomohon secara khusus, saat ini mencakup yaitu;
(1) Perluasan akses layanan pendidikan tanpa mengorbankan kualitas;
(2) Peningkatan kualitas pendidikan dalam kondisi sistem desentralisasi; dan
(3) Memastikan bahwa dana-dana pendidikan yang ditingkatkan secara signifikan dapat dipergunakan secara efektif.
“Oleh sebab itu perlu adanya sinergitas dalam menjawab tantangan tersebut,” tandas Walikota Senduk.
Dijelaskan, kegiatan penyusunan kompetensi dasar muatan lokal pendidikan anak usia dini dan pengembangan kurikulum, bahan ajar dan model pembelajaran PAUD ini adalah bentuk usaha bersama dalam memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak.
“Karena langkah penting dalam menjamin keberhasilan penyelenggaraan program PAUD adalah kerjasama secara terpadu dari semua pihak; pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua dan masyarakat. Tanpa adanya kerjasama dan sinergitas, program PAUD tidak akan berjalan sesuai yang diharapkan,” terang Walikota Senduk.
Sementara Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut mengatakan, Muatan Lokal (Mulok) dilaksanakan dalam rangka mengenalkan dan mewariskan nilai karakteristik suatu daerah kepada siswa.
“Pemberian pelajaran Muatan Lokal Bahasa Daerah disekolah sangatlah penting diberikan di sekolah. Bahasa daerah selaku kekayaan Bangsa Indonesia harus dilestarikan,” kata Wawali Lumentut.
Mulok, tambah Wawali, perlu diberikan kepada peserta didik agar peserta didik lebih mengetahui dan mencintai budaya daerahnya sendiri, berbudi pekerti luhur, mandiri, kreatif, dan profesional yang pada akhirnya dapat menumbuhkan rasa cinta kepada budaya tanah air.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon Drs Jhony Runtuwene, para narasumber Dra Maasje Kalalo MPd selalu Kasubag TU BP PAUD Sulut, Hofny Timpalen SPd MPd, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Jusak Pandeirot SPd MM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon DR Juliana Karwur MKes MSi, serta para guru PAUD se-Kota Tomohon. (*/fr)








