MITRA, MediaManado.com – Kepolisian Polres Minahasa Tenggara (Mitra) menggelar Sosialisasi Tentang Kampung Tangguh Nusantara (KTN) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bertempat di Aula PKK Kantor Kecamatan Belang, Kamis (04/03/2021).
Kegiatan ini dipandu Kasat Bimas AKP Jefry L Panambunan didampingi Kasat Sabhara Iptu Joppy Sasuwuk dan Kasiwas Iptu Okto D serta dihadiri Camat Belang Abdul Karim Pontoh dan Hukum Tua se-Kecamatan Belang.
Dalam kesempatan itu Panambunan mengatakan bahwa saat ini sangatlah penting membentengi diri, agar terhindar dari virus Covid-19, dengan membentuk KTN.
“Karena pada intinya kampung tangguh itu dibentuk di desa atau kelurahan itu sendiri,” kata Panambunan.
Ia menjelaskan bahwa awal mula Pemerintah Pusat mengambil kebijakan mencanangkan KTN itu karena telah lewat beberapa tahapan penelitian.
“Ada beberapa wilayah kelurahan di tengah Pandemi Covid-19 yang teramat berat di area itu, namun dia mampu memutuskan mata rantai Covid-19,” ucap Panambunan.
Sehingga mengacu dari situ, kata Panambunan, menjadi pertimbangan pemerintah untuk melakukan evaluasi melalui Kapolri, Mentri Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan mempelajari dan mengevaluasi. Setelah semua sudah rangkum maka hasil dilaporkan ke Presiden.
” Setelah dipelajari maka Presiden dengan laporan yang disampaikan langsung memerintahkan Kementrian Dalam Negeri, untuk segera membentuk dan dilaksanankan,” jelas Panambunan.
Untuk Kecamatan Belang sendiri, Polres Mitra terus melakukan sosialisasi dan supervisi pada masing – masing desa.
“Namun saat ini, kami dahulukan dengan himbauan agar supaya Kampung Tangguh Nusantara dan penerapan batasan masyarakat berbasis mikro ini bisa terlaksana, dalam penanganan Covid-19,” jelas Panambunan.
Selain itu, untuk wilayah Belang, diupayakan untuk terus menekan penyebaran Covid-19 sampai bisa masuk zona hijau.
“Jika itu bisa terealisasi, maka akan diberikan penghargaan buat pemerintah desa dan masyarakatnya,” tutup Panambunan.
Sementara Camat Belang Abdul Karim Pontoh mengatakan bahwa untuk lebih memaksimalkan kampung tangguh dan PPKM itu sangat baik guna memutus Covid-19.
“Dengan adanya kampung tanguh di sertai PPKM itu, selain baik dalam pemutusan Covid-19, juga sangat baik bagi ketahanan pangan, mengontrol keamanan dan ketertiban masyarakat, juga sebagai media informasi kepada masyarakat,” ujar Pontoh.
Untuk itu dia berharap dengan adanya keterlibatan semua pihak dalam memutus mata rantai Covid-19, menjadi bagian penting dalam mendukung pencanangan Bupati James Sumendap SH soal Kampung Tanguh Nasional di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
(Alfian Soriton)









